15 January 2022, 17:33 WIB

Menaker Ajak Generasi Muda Jadi Petani Jamur


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengajak generasi muda untuk menjadi petani jamur. Dia menilai kebutuhan akan komoditas jamur saat ini sangat tinggi, di mana hal ini dapat menjadi potensi ekonomi luar biasa bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Menaker saat mengunjungi Resto Jejamuran di Sleman, DIY, Sabtu (15/1). Dalam kunjungan ini, Menaker juga meninjau budi daya jamur di Resto Jejamuran dengan didampingi pemilik Resto Jejamuran, Ratidjo Hardjo.

"Beliau (Ratidjo) ingin mendorong anak-anak muda kita menjadi petani jamur. Karena sesungguhnya kebutuhan jamur itu sangat tinggi, tetapi tidak ada anak-anak muda yang tertarik untuk bertani jamur," kata Ida.

Ida mencontohkan dengan kebutuhan kebutuhan jamur di Resto Jejamuran yang mencapai 1,5 ton per hari. Hal ini jika digarap dengan serius tentunya akan menghasilkan nilai ekonomi yang besar.

Untuk itu, dia menyebut bahwa ke depan pihaknya akan terus menggenjot SDM kompeten di bidang pertanian melalui pelatihan-pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

"Kementerian Ketenagakerjaan akan membuka banyak sekali BLK yang salah satu jurusannya adalah jurusannya pengembangan pertanian, termasuk pengolahan hasil pertanian," ujarnya.

Sementara itu, Ratidjo menyatakan siap mendukung untuk menciptakan SDM kompeten di bidang pertanian, khususnya terkait budi daya jamur.

"Kami bekerja sama membantu Kemnaker mengajak anak-anak muda tertarik menanam jamur. Karena kebutuhan jamur di Indonesia itu cukup banyak," pungkas Ratidjo. (Des/OL-09)

BERITA TERKAIT