14 January 2022, 19:35 WIB

Peserta Kongres KSPSI di Jakarta Wajib Dihadiri Sampai DPC Se-Indonesia


mediaindonesia.com | Ekonomi

WACANA peserta Kongres Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pada Februari di Jakarta hanya diikuti oleh tingkat DPD mendapat penolakan sejumlah pengurus pusat dan DPD. Sejatinya DPC wajib hadir untuk ikut dalam Kongres nanti. Hal itu sudah diatur dalam AD/ART KSPSI.

Hal itu diutarkan oleh Ketua DPP Bidang Diklat KSPSI, Helmi Salim dalam konsolidasi DPD jelang Kongres di Ramayana Resort, Bali. "Sesuai AD/ART peserta Kongres harus dihadiri oleh para DPC, jangan karena alasan pandemi dan PPKM, mereka tidak hadir," Kata Helmi dalam keteranganya, Jumat (14/1).

Apalagi kata dia akan dibuat virtual, ini sudah tidak demokratis. Karena mereka DPC punyak hak suara. Kalau dibuat virtual, hak pilih DPC bisa saja akan cacat. "Misalkan dia memilih A nanti hasilnya bisa B, kita harus dorong agar DPC ini hadir dalam kongres nanti," Kata Helmi.

Diketahui Kongres KSPSI disepakati akan dilaksanakan pada 18-20 Pebruari 2022 di Jakarta, bertepatan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo). Penerapan jadwal pelaksanaan Kongres KSPSI tersebut diputuskan dalam Rapat Pleno DPP KSPSI yang dilaksanakan live dan virtual zoom. Adapun Ketua steering committee (SC) adalah Bibit Gunawan dan Ketua Organisation Committeee (OC) Adlan Nawawi. Keduanya ditunjuk langsung oleh Ketua Umum Yorrys.

Pernyataan Helmi pun diamini oleh Ketua DPD Banten, Dedi Sudrajat. Jika alasan PPKM dan tidak boleh ada kerumunan, Banten siap menjadi tuan rumah. Kami akan siapkan tempat yang mempunyai kapasitas 2000 orang. "Peserta Kongres KSPSI kan hanya 500 orang, kalau SC dan OC alasan PPKM gak masuk akal, jadi DPC wajib hadir, " Kata Dedi.

Kongres ini kata Dedi adalah hajatan besar organisasi jadi tidak ada alasan bagi SC dan OC melarang para DPC hadir di Jakarta nanti. "Ini kan ada dalam AD/ART organisasi. Jika memang ada larangan di Jakarta, Banten siap menjadi tuan rumah," Ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Serikat Pekerja Soroti Pergeseran Filosofi Program Jaminan Hari Tua

BERITA TERKAIT