14 January 2022, 07:00 WIB

Siap-Siap,  Pertamina Geothermal Energy Bakal IPO


Mediandonesia.com | Ekonomi

WAKIL Menteri BUMN II, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, Indonesia tengah meningkatkan penggunaan  energi baru dan terbarukan (EBT). 

Salah satu yang paling mudah dikembangkan adalah penggunaan geothermal. BUMN diharapkan dapat mengoptimalkan geothermal di kawasan yang dikelola sendiri. Saat ini, baru 9% wilayah geothermal yang berproduksi dengan kapasitas 1.900 mega watt (MW).

Guna mendanai pengembangan EBT, Kementerian BUMN siap melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering/IPO untuk  PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Bursa Efek Indonesia (BEI).  IPO PGE ditargetkan bisa terealisasi pada semester I 2022. 

 "Insya Allah, PGE ini targetnya di semester I-2022 ini. Diregistrasi Maret, IPO kemudian di bulan Juni mungkin," ujarnyadalam salah satu sesi wawancara, dikutip Rabu (12/1/2022).

Selain memaksimalkan pembangkit listrik yang sudah ada, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu juga dapat menghasilkan produk hijau, seperti hidrogen hijau dan amonia hijau. Penggunaan EBT akan dapat meningkatkan kualitas udara dan mendukung pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca nasional.

Saat ini, PGE mengelola 15 wilayah kerja dengan kapasitas 1.877 MW. Dengan rincian, 672 MW dioperasikan sendiri dan 1.205 MW merupakan kontrak operasi bersama. Untuk meningkatkan pemanfaatan panas bumi, PGE mengembangkan teknologi baru dengan menggunakan binary cycle.  (RO/E-1)

BERITA TERKAIT