13 January 2022, 20:25 WIB

Presiden: Pandemi Membuat Industri Pariwisata Jatuh Sangat Dalam


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menyebut pandemi covid-19 membuat industri pariwisata mengalami pelemahan yang sangat dalam.

Sebelum pagebluk melanda dunia, sektor turisme menjadi kontributor devisa terbesar kedua bagi Indonesia dengan pendapatan produk domestik bruto (PDB) mencapai US$10 miliar dan bisa menyediakan 13 juta lapangan kerja.

Kini, raihan itu tergerus sampai 30% dan angka lapangan kerja juga merosot 6,7%. Oleh sebab itu, dengan situasi seperti sekarang, Jokowi menekankan harus ada terobosan yang dilakukan guna mengembalikan kinerja sektor pariwisata ke level sebelum covid-19 merebak.

Ia pun mengapresiasi upaya Menteri BUMN Erick Thohir yang membentuk In Journey, holding BUMN pariwisata sebagai solusi dari persoalan yang ada.

Baca juga: Ngeri Boss, Tagihan Ke Garuda Hampir Rp200 Triliun

Kepala negara memandang penataan BUMN pariwisata memang sebuah keharusan. Melalui strategi tersebut, ia optimistis pengelolaan industri turisme oleh perusahaan-perusahaan negara akan lebih optimal.

"Ini adalah titik balik untuk melakukan sebuah lompatan. Momentum untuk melakukan penataan, momentum untuk melakukan transformasi, membangun sebuah ekosistem yang lebih kuat dan tangguh," ujar Jokowi di NTB, Kamis (13/1).

Ke depan, ia meminta InJourney segera bergerak memunculkan inovasi konkret di lapangan sehingga permasalahan yang ada bisa segera terselesaikan.

"Masalah konektivitas, segera selesaikan. Masalah hambatan infrastruktur, di mana titik-titik yang memerlukan suntikan infrastruktur, segera diselesaikan. Begitu juga hambatan lainnya, termasuk dalam hal tata kelola dan manajemen BUMN-BUMN pariwisata, agar ini tidak menggerus kesempatan kita untuk melompat maju," tegasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT