13 January 2022, 06:55 WIB

Dapat Suntikan Rp1,28 T, Ini Rencana Penggunaan Dana oleh eFishery


Mediaindonesia.com | Ekonomi

START-up agritech Indonesia, eFishery memperoleh pendanaan seri C senilai US$90 Juta atau setara Rp1,28 triliun. Ini merupakan merupakan pendanaan terbesar di dunia yang diperoleh perusahaan rintisan di bidang teknologi akuakultur. 

Selain fantastis dari sisi jumlah, para investor atau pendana yang ikut dalam pendanaan seri C ini juga tidak main-main. Ada Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India. Juga ikut serta  the Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners.

Lalu untuk apa saja dana sebesar Rp1,28 triliun akan digunakan, berikut penuturan Co-founder sekaligus CEO eFishery Gibran Huzaifah dalam temu media,di Jakarta, Rabu (12/01).

Gibran mengatakan bahwa pendanaan kali ini akan dipergunakan untuk menumbuhkan tim dan membangun platform yang lebih baik

Sejak pendanaan terakhirnya, eFishery telah meningkatkan jumlah karyawannya tiga kali lipat, dengan total karyawan saat ini mencapai lebih dari 900 orang. Meskipun kantor pusat terletak di Bandung, lebih dari separuh karyawan bekerja secara jarak jauh karena kebijakan
yang memungkinkan karyawan untuk bekerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA).\

“Pendanaan kali ini akan kami gunakan untuk merekrut tim secara agresif, khususnya talenta di bidang engineering dan pengembangan produk. Kami menargetkan untuk merekrut 1.000 karyawan baru tahun ini,” ujar Gibran .

eFishery butuh tim yang kuat untuk mewujudkan rencananya untuk memperluas keberadaannya bagi para pembudidaya ikan Indonesia. Serta juga untuk mendukung rencana perusahaan untuk ekspansi ke luar negeri.  

"Jadi kami akan menginvestasikan pendanaan seri C ini untuk menumbuhkan tim, memperkuat produk dan operasional bisnisnya di Indonesia, dan berekspansi ke pasar regional," ujarnya. 

Melalui solusinya yang berbasis teknologi, eFishery memodernisasi teknik budidaya sehingga hasil budidaya menjadi lebih baik. eFishery berambisi untuk mengakuisisi 1 juta pembudidaya dalam waktu 3-5 tahun ke depan.

“Hal terpenting yang selalu kami ingat adalah visi kami, yaitu memberi makan masyarakat global melalui akuakultur, karena akuakultur merupakan sumber protein hewani yang paling efisien dan bernutrisi tinggi. Di tahun 2050, akan ada 10 miliar orang yang harus diberi
makan, dan kami siap untuk mempersiapkan sektor ini untuk dapat memberi makan dunia,” tandas  Gibran. (E-1)
 

BERITA TERKAIT