12 January 2022, 21:10 WIB

Menteri ESDM Sarankan Kontrak Batu Bara PLN Selama 5 Tahun 


Insi Nantika Jelita |

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengusulkan pembelian batu bara di PT PLN (Persero) menggunakan kontrak jangka panjang. Upaya itu untuk mengantisipasi krisis pasokan batu bara untuk dalam negeri. 

"Terkait dengan kontrak PLN soal batu bara kami sarankan kontraknya jangka panjang 5 tahun. Harga bisa berdasarkan realisasi kuartalan atau semesteran tahun berjalan, kan ada indeksnya" ucapnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/1). 

Harga jual batu bara domestic market obligation alias DMO dari PLN untuk pembangkit listrik ditetapkan maksimum US$ 70 per ton. 

Dengan rencana kontrak jangka panjang itu diyakini Menteri ESDM dapat menjamin pasokan batu bara terjaga untuk kelancaran listrik bagi masyarakat. 

"Dengan skema ini paling tidak sudah ada kepastian suplai jangka panjang. Kemudian term kontrak, detailnya nanti manajemen PLN yang bisa laksanakan. Bagaimana term itu bisa memastikan pasokan (batu bara) diamankan," jelasnya. 

Gayung menyambut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan pihaknya akan melakukan kontrak jangka panjang dengan para penambang yang memiliki kredibilitas untuk memasok sesuai dengan kualitas dan spesifikasi serta volume yang sesuai dengan kebutuhan PLTU. 

Baca juga : Meningkat, Volume Angkutan Barang KAI Capai 50,9 Juta Ton

PLN juga melakukan evaluasi kontraktual, di mana fleksibilitas-fleksibilitas yang menghadirkan ketidakpastian dalam pemenuhan pasokan batu bara akan diminimalisir. 

Menurut Darmawan, fleksibilitas kontrak ini tadinya memang untuk mengantisipasi fluktuasi demand listrik yang mempengaruhi kebutuhan pasokan batu bara. Sehingga diharapkan PLN lebih mendapat kepastian ketersediaan energi primer batu bara 

"Mengingat operasional PLTU itu bersifat jangka panjang, maka PLN juga perlu mengamankan ketersediaan batu bara dalam jangka panjang," kata dia dalam keterangan resmi. 

Selain itu, PLN juga mengubah pembelian batu bara dari yang sebelumnya sebagian melalui penjual menjadi pembelian langsung dari penambang. Skema pembelian juga didorong menjadi Cost, Insurance and Freight (CIF/beli batu bara dengan harga sampai di tempat tujuan), sehingga memastikan semua sampai pada tujuan dengan lebih baik. 

Untuk menghindari krisis pasokan batu bara terulang kembali, secara jangka pendek PLN terus memastikan detil semua eksekusi pasokan baru bara berjalan lancar di lapangan. (OL-7)

BERITA TERKAIT