12 January 2022, 20:33 WIB

Insentif PPnBM Dikaji, Pertimbangkan Komitmen Lingkungan 


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PEMERINTAH masih mengkaji kelanjutan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan roda empat. Kajian dilakukan secara mendalam agar tak bertolak belakang dengan komitmen pemerintah menjaga lingkungan. 

"Ke depan apakah kita perpanjang? ini masih terus kita kaji karena kita juga tahu bahwa kita sudah punya logika untuk mobil beremisi rendah. Jadi memang ini harus logikanya konsisten," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu dalam taklimat media, Rabu (12/1). 

Dia tak menampik kebijakan PPnBM untuk mobil baru itu memberi dampak signifikan pada perekonomian, utamanya di sektor otomotif. Terlebih kebijakan tersebut dinilai telah menyasar segmentasi kelompok masyarakat yang dituju, yakni masyarakat kalangan menengah ke atas. 

Baca juga : Menteri ESDM: Tanpa Dihapus, BBM Premium akan Hilang secara Alami

"Karena dua tahun berturut-turut 2020-2021, pertumbuhan DPK di perbankan itu double digit, saat ini lebih dari Rp7 ribu triliun, tabungan masyarakat yang mampu di perbankan," kata Febrio. 

Pengkajian kelanjutan insentif PPnBM untuk mobil baru itu dilakukan antar Kementerian/Lembaga terkait. Tak hanya mendorong pertumbuhan industri otomotif di Tanah Air, imbuh Febrio, pemerintah menginginkan kebijakan yang konsisten dengan komitmen dan menarik bagi penanam modal. 

"Ini yang harus kita jaga konsistensinya, jangan tiba-tiba kita punya ada kebijakan yang jelas, ketika perekonomian sudah pulih, kan yang kita harapkan adalah datangnya investasi untuk transformasi perekonomian juga. Itu menjadi pertimbangan yang cukup serius bagi kita," pungkas dia. (OL-7)

BERITA TERKAIT