12 January 2022, 20:29 WIB

Meningkat, Volume Angkutan Barang KAI Capai 50,9 Juta Ton


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KINERJA angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) di 2021 menunjukkan catatan positif. Pada tahun lalu, KAI mengangkut sebanyak 50,9 juta ton barang, naik 12,7% dibanding 2020 sebanyak 45,1 juta ton barang.

“Peningkatan kinerja angkutan barang KAI juga dipicu oleh perekonomian yang semakin membaik,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan resmi, Rabu (12/1).

Baca juga: Menteri ESDM: Tanpa Dihapus, BBM Premium akan Hilang secara Alami

Angkutan batu bara masih menjadi andalan KAI di sektor logistik pada 2021 dengan total angkutan 39,2 juta ton atau 77,1% dari total angkutan barang KAI. 

Komoditas lain yang turut berkontribusi terhadap angkutan barang KAI pada 2021 ialah angkutan petikemas dengan volume total 4,1 juta ton atau 8% dari total angkutan barang KAI. Diikuti angkutan semen dengan volume total 3,4 juta ton atau 6,8% dari total angkutan barang KAI.

Batu bara tidak hanya mendominasi angkutan barang KAI, namun juga merupakan komoditas yang mengalami persentase peningkatan tertinggi, yakni naik 18% dibanding 2020 sebanyak 33,3 juta ton. 

Peningkatan volume juga tercapai pada komoditas BBM dimana pada 2021 terdapat 2,2 juta ton, naik 7% dibanding pada 2020 sebanyak 2,1 juta ton.

“Kinerja angkutan barang KAI yang semakin baik ini merupakan capaian yang penting bagi KAI untuk keberlangsungan perusahaan di tengah pandemi covid-19,” tambah Joni.

Pada 2021, KAI tidak hanya mengangkut barang secara komersial, namun juga menggratiskan angkutan oksigen dengan total sebanyak 202 ton untuk keperluan kesehatan. Pengiriman oksigen secara cuma-cuma tersebut sebagai bentuk dukungan KAI kepada masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Joni mengatakan, di 2022 ini, bisnis KAI tetap bertumpu pada angkutan barang, di samping tetap terus memulihkan sektor angkutan penumpang. (OL-6)

BERITA TERKAIT