11 January 2022, 19:48 WIB

Kendaraan Listrik Dorong Lonjakan Penjualan Mobil Tiongkok


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PENJUALAN mobil Tiongkok tumbuh untuk pertama kali sejak 2018. Ini disebabkan permintaan untuk kendaraan energi baru terus meningkat.

Lompatan itu terjadi ketika pencemar terbesar di dunia itu menargetkan tujuan ambisius untuk mengadopsi kendaraan listrik dan hibrida secara luas. Ini bertujuan memiliki mayoritas mobil yang ditenagai dengan energi bersih pada 2035.

"Sekitar 20 juta kendaraan baru di seluruh kategori terjual pada 2021, naik 4,4% secara tahunan, rebound setelah penjualan mobil turun pada 2018 dan 2019," menurut angka dari Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok (CPCA), Selasa (11/1). Pada 2020, penjualan mobil juga terpukul akibat pandemi virus korona.

Baca juga: McDonald's Taiwan Kehabisan Hash Brown akibat Pasokan Terganggu

Kenaikan tahun lalu terjadi karena hampir tiga juta kendaraan energi baru--termasuk model listrik dan hibrida--dijual di pasar mobil terbesar di dunia. Ini yang menyumbang lonjakan sampai 169%.

Pembuat kendaraan listrik AS, Tesla, khususnya menjual rekor 70.847 mobil pada Desember. CPCA menargetkan penjualan mobil penumpang energi baru mencapai 5,5 juta pada 2022, naik dari ekspektasi sebelumnya 4,8 juta unit.

Baca juga: Industri Mobil Inggris Mogok karena Pandemi dan Kekurangan Semikonduktor

Selain Tesla, banyak penantang Tiongkok, termasuk BYD, Nio, dan XPeng juga bersaing di sektor ini. Pasar Tiongkok telah didukung oleh subsidi pembelian tetapi pihak berwenang mengatakan ini akan berujung pada akhir Desember. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT