11 January 2022, 13:30 WIB

Rencana Operasi Pasar Minyak Murah Pemerintah Belum Terealisasi


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Ekonomi

KETUA Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni  menyayangkan belum terealisasinya rencana operasi pasar minyak murah oleh Pemerintah. 

"Pemerintah kan ada rencana operasi pasar minyak murah. Yang harganya Rp14 ribu itu. Tapi pelaksanannya tadi saya ke pasar juga belum terealisasi," papar Mukroni, Selasa (11/1).

Baca juga: Transkon Jaya Siap Pisahkan Bisnis Internet Service Provider

Artinya, lanjut Mukroni, harga minyak di pasar-pasar masih belum turun. "Hari ini yang ukuran per liter itu 20 ribu per kg. Itu yang merek biasa. Yang curah sudah susah. Sebenarnya kalau normal itu harganya 2 liter itu Rp29-30 Ribu atau Rp22 ribu, sekarang ini sdh Rp40 ribu," tambahnya. 

Mukroni menyebut efek kenaikan harga minyak sangat berdampak bagi seluruh masyarakat, khususnya pengusaha warteg. "Ini kan kayak ritual ya setiap Nataru ada kenaikan. Tapi ini sudah pertengahan Januari harga masih tinggi," ucapnya. 

Mukroni menyayangkan operasi pasar yang diinisiasi pemerintah masih belum berjalan. "Mobilitas sudah tinggi tapi yang singgah di warteg itu masig sedikit dan mereja juga masih menghitung pengeluaran dan biaya prioritas," terang Mukroni. 

Sejatinya, lanjut Mukroni, komunutas warteg nusantara masih menunggu kejelasan pemerimtah dan belum menaikkan harga jualannya. 

"Tapi kalau belum juga terlaksana dan harga masih tinggi di pasaran, nanti teman-teman ikuti iramanya, karena itu konsekuensinya. Bahan baku naik, ya menu juga naik," ujarnya. 

Ia pun meminta agar operasi minyak jangan hanya jadi janji manis Pemerintah saja di awal tahun 2022. 

"Kita kalau pemerintah seperti ini ya teman-teman juga kecewa sama pemerintah. Artinya pemerintah hanya sekadar omong doang, angin surga doang. Kami minta itu direalisasi karena pemerintah sudah membuat pernyataan itu," tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT