07 January 2022, 21:15 WIB

Jepang Protes Larangan Eskpor Batu Bara, Luhut : Kita Selesaikan Baik-baik


Insi Nantika Jelita |

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan buka suara perihal protes dari Pemerintah Jepang mengenai larangan ekspor batu bara dari Indonesia selama sebulan ini. 

Seperti diketahui, Pemerintah Jepang mengajukan surat keberatan soal kebijakan tersebut karena keputusan Indonesia dianggap mengganggu perekonomian negara tersebut. 

"Besok kita jawab. Semuanya pokoknya kita selesaikan baik-baiklah," ujar Luhut di Jakarta, Jumat (7/1). 

Penyelesaian protes Jepang tersebut bakal melibatkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk berkomunikasi dengan pemerintah Negeri Sakura itu. 

"Saya kira urusan (komunikasi) ini dengan Menteri Perdagangan," ucapnya. 

Baca juga : Octa Investama Masuk 10 Besar Broker Bursa Berjangka

Diketahui, dalam surat resminya, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji mengirim surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang meminta untuk membatalkan larangan ekspor. 

Dalam suratnya, dia menjelaskan, Jepang rutin mengimpor batu bara dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan industri manufaktur. Rata-rata mengimpor dua juta ton batu bara per bulan. 

“Pelarangan ekspor yang tiba-tiba ini berdampak serius pada kegiatan ekonomi Jepang, serta kehidupan masyarakat sehari-hari,” kata Kanasugi dalam suratnya yang dikutip Rabu (5/1). 

larangan ekspor batu bara dari Indonesia berlaku sejak 1 Januari hingga akhir bulan ini. Hal itu tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM No. B-1605/2021 pada 31 Desember 2021. Para pemegang izin usaha tambang batu bara diminta berkomitmen memasok batu bara ke PLN. (OL-7)

BERITA TERKAIT