05 January 2022, 20:17 WIB

PLN Baru Amankan 13,9 Juta Metrik Ton Batu Bara dari Target 20 Juta Metrik Ton 


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT PLN harus memastikan 20 juta metrik ton (MT) batu bara untuk membuat ketersediaan batu bara di pembangkit listrik dalam kondisi aman dengan minimal 20 hari operasi di Januari 2022. 

Namun, perusahaan pelat merah itu baru mengamankan total kontrak 13,9 juta MT batu bara. Jumlah tersebut terdiri dari 10,7 juta MT kontrak eksisting PLN dan Independent Power Producer (IPP) dan 3,2 juta MT kontrak tambahan. 

"Upaya kami adalah memaksimalkan (pasokan) batu bara yang awalnya akan diekspor bisa dikirim ke pembangkit PLN," ungkap Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resmi, Rabu (5/1). 

Dia mengatakan, solusi permanen dan jangka panjang terkait pasokan energi primer PLN akan dibutuhkan demi keandalan pasokan listrik ke masyarakat. 

Baca juga : Gobel: Jangan Biarkan Harga Kebutuhan Rakyat Naik Melangit

Seperti diketahui, Kementerian ESDM melarang pemegang izin usaha tambang batu bara mengekspor produk tersebut selama bulan ini akibat krisis pasokan batu bara di nasional. 

Sebagai langkah antisipasi ke depan, PLN akan melakukan kontrak jangka panjang dan perikatan volume dengan swing 20%. Sementara harga batu bara tetap akan mengacu pada regulasi pemerintah dengan skema kirim Cost, Insurance and Freight (CIF/beli batu bara dengan harga sampai di tempat) atau skema Free on Board (FOB/beli batu bara di lokasi tambang). 

PLN pun mengaku akan berupaya menjaga stabilitas pasokan energi primer khususnya batu bara agar dapat memenuhi standar minimal 20 HOP (hari operasi) untuk seluruh pembangkit PLN maupun IPP usai terbitnya kebijakan pelarangan ekspor itu. (OL-7)

BERITA TERKAIT