03 January 2022, 14:38 WIB

PMI Manufaktur RI Masih Ekspansif, Kalahkan Tiongkok hingga Malaysia


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

AKTIFIVITAS sektor industri manufaktur di Tanah Air masih menggeliat hingga di penghujung tahun lalu. Hal ini tecermin dari capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2021 sebesar 53,5 atau masih di atas level ekspansif (50), berdasarkan hasil survei IHS Markit.

PMI Manufaktur Indonesia pun melampaui negara-negara ASEAN, seperti Thailand (50,6), Filipina (51,8), Vietnam (52,2), dan Malaysia (52,8). Bahkan, unggul dari PMI Manufaktur Korea Selatan (51,9), Rusia (51,6), dan China (49,9).

“Kami mengapresiasi kepercayaan para pelaku industri manufaktur yang masih tinggi," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi, Senin (3/1).

Agus mengatakan pihaknya akan fokus memacu hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Upaya ini dianggap telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

Hal ini, ungkap Agus, ditandai dengan neraca dagang Indonesia yang surplus US$34,4 miliar dan kondisi surplus tersebut dipertahankan selama 19 bulan. "Ekspor kita juga naik secara year on year (yoy) hingga 49,7%,” ungkapnya.

Menperin menyebutkan, selama ini sektor industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional.

Pada Januari-November 2021, nilai ekspor dari industri manufaktur mencapai US$160 miliar atau berkontribusi sebesar 76,51% dari total ekspor nasional. Angka ini melampaui capaian ekspor manufaktur sepanjang 2020 sebesar Rp131 miliar.

Jika dibandingkan dengan Januari-November 2020 kinerja ekspor industri manufaktur pada Januari-November 2021 meningkat sebesar 35,36%.

“Kenapa ekspor kita bisa naik setinggi itu? Salah satunya karena kita berani untuk menghentikan ekspor raw material, seperti bahan mentah dari minerba, yaitu nikel. Dari awalnya, ekspor US$1-2 miliar, kini sudah hampir mencapai US$21 miliar," jelas Agus.

Oleh sebab itu, dia menyambung, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan untuk melanjutkan setop ekspor bauksit, tembaga, timah, dan lainnya guna mengencangkan hilirisasi yang dinilai menjadi kunci dalam kenaikan ekspor Indonesia. (E-3)

BERITA TERKAIT