28 December 2021, 06:27 WIB

Pagi Ini, Emas Berjangka Ditutup Lebih Rendah


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Emas berjangka ditutup sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), terseret penguatan dolar dan indeks saham utama AS namun diimbangi risiko baru terhadap pertumbuhan ekonomi global dari meningkatnya kasus varian virus korona Omikron.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, tergelincir US$2,9 atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada US$1.808,80 per ounce. Sementara di pasar spot, emas diperdagangkan stabil di US$1.807,50 per ounce pada pukul 18.39 GMT.

Sebelumnya, pada Kamis (23/12), emas berjangka naik US$9,5 atau 0,53 persen menjadi US$1.811,70, setelah terangkat US$13,5 atau 0,75 persen menjadi US$1.802,20 pada Rabu (22/12), dan merosot US$5,9 atau 0,33 persen menjadi US$1.788,70 pada Selasa (21/12).

Pasar AS ditutup pada Jumat (24/12) untuk liburan perayaan Natal.

Optimisme bahwa gelombang terbaru dari pandemi COVID-19 yang dipicu oleh varian Omicron tidak akan mengganggu perekonomian telah membantu mendorong pasar saham lebih tinggi di sesi terakhir, meredam permintaan pasar untuk aset safe heaven emas.

Namun demikian, emas berhasil bertahan di atas harga yang signifikan secara psikologis pada US$1.800 pada awal hingga minggu terakhir perdagangan pada tahun 2021, analis pasar mencatat.

Prospek emas pada kuartal pertama 2022 positif, dengan pendorong utama inflasi, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

"Dukungan yang mendasarinya datang dari kekhawatiran inflasi," kata Wyckoff, menambahkan "kecenderungan Fed untuk kebijakan moneter yang sedikit lebih ketat tampaknya telah sedikit menenangkan pedagang emas".

Emas yang tidak memberikan imbal hasil sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik dari level terlemahnya dalam hampir seminggu, membuat emas yang dihargakan dalam dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang non-AS.

"Sementara dolar AS menguat, tidak banyak pergerakan emas hari ini," kata analis Quantitative Commodity Research, Peter Fertig, menambahkan bahwa salah satu alasan utama kurangnya likuiditas adalah penutupan pasar selama Natal.

Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas, yang sedikit membebani harga emas, Fertig menambahkan.

Meskipun sepi secara keseluruhan minggu ini, "likuiditas yang rendah membuat sensitivitas berita utama lebih menonjol, karena pasar yang tipis kemungkinan akan membuat aksi harga lebih gelisah jika sesuatu terjadi", kata ahli strategi mata uang DailyFX, Ilya Spivak.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 4,9 sen atau 0,21 persen, menjadi ditutup pada 22,899 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$5,9 atau 0,61 persen, menjadi ditutup pada US$969,2 per ounce.  (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT