27 December 2021, 14:45 WIB

Sepi Sentimen, Harga Emas Masih Naik Jelang Libur Tahun Baru


Fetry Wuryasti | Ekonomi

HARGA emas masih bergerak bertahan di atas zona USD 1.810 hari ini dan setelah libur Natal pada akhir pekan kemarin. Sentimen perdagangan untuk hari Senin ini (27/12) relatif masih sedikit dengan sejumlah negara-negara di dunia masih melanjutkan liburnya.

"Fokus untuk sepekan ke depan juga terlihat relatif minim karena mulai bersiap menjelang hari pergantian tahun," kata Nikolas Preasetia, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Senin (27/12).

Baca juga: Bank Sentral Tiongkok Kembali Lakukan Pelonggaran Moneter pada Tahun 2022

Sentimen pasar relatif sedikit hari ini dan dalam sepekan ini, dengan fokus pasarnya masih mencermati kinerja USD atas efek dari pengumuman the Fed beberapa waktu lalu yang memiliki sejumlah target untuk tahun 2022, yaitu percepatan pengurangan stimulus dan tiga kali kenaikan suku bunga dalam satu tahun pada 2022.

Sementara itu, ekspektasi pasar terhadap tingginya tingkat inflasi juga masih menjadi perhatian para pelaku pasar, karena dengan inflasi yang tinggi biasanya akan memberikan dorongan pada harga emas yang merupakan aset lindung nilai dari inflasi.

Dari sisi global, kondisi penyebaran varian Omicron akan terus menjadi perhatian karena diwaspadai dapat kembali menahan perbaikan ekonomi pada tahun 2022 mendatang. 

Dengan konsolidasi harga emas yang terjadi di awal pekan ini, zona support terdekat berada di areal USD 1.805 hingga ke zona USD 1.798, sementara untuk resistance terdekatnya berada di areal $1815 hingga ke zona USD 1.820. Support terjauh harga emas berada di areal USD 1.790 dan resistance terjauh berada di areal USD 1.830.

Minyak Bergerak Datar

Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh potensi penurunan permintaan yang dipicu oleh penyebaran infeksi Covid-19 varian Omikron yang semakin mengkhawatirkan. Infeksi varian Omikron melonjak, maskapai penerbangan AS batalkan puluhan jadwal penerbangan.

Dua maskapai penerbangan terbesar AS, United Airlines dan Delta Air Lines pada akhir pekan kemarin memutuskan untuk membatalkan puluhan jadwal penerbangan Malam Natal yang dipicu karena kekurangan staf akibat lonjakan infeksi Covid-19 yang didominasi oleh varian Omikron.

Pembatalan tersebut berdampak pada penurunan aktivitas perjalanan udara serta pembatasan kegiatan yang menjadi katalis negatif bagi permintaan bahan bakar. 

Sedangkan Tiongkok melaporkan kenaikan harian tertinggi kasus infeksi lokal, tertinggi dalam 21 bulan. Turut membebani pergerakan harga minyak, Tiongkok pada hari Minggu (26/12) melaporkan 155 kasus infeksi lokal yang merupakan kenaikan harian tertinggi kasus Covid-19 lokal dalam 21 bulan pasca infeksi di kota barat laut Xian yang melonjak lebih dari dua kali lipat.

"Jepang juga pada hari Sabtu melaporkan kasus Omikron baru di Prefektur Kyoto dan Fukuoka. Kembali melonjaknya kasus Covid-19 secara global yang didorong oleh varian Omikron memicu kekhawatiran bahwa ancaman varian Omikron hampir separah infeksi yang disebabkan oleh varian Delta," kata Girta Yoga Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).

Meski demikian, harga gas alam yang kembali melejit di Eropa mendukung harga minyak dan membatasi penurunan harga lebih lanjut. Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat (24/12) menuding kenaikan harga gas alam di Eropa yang disebabkan oleh beberapa anggota Uni Eropa yang menjual kembali gas murah dari Rusia dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Harga gas alam di Eropa pada pekan lalu kembali menyentuh rekor tertinggi yang sekaligus memberikan dukungan pada pergerakan harga minyak karena dengan kenaikan harga gas alam tersebut berpotensi mendorong kenaikan sumber bahan bakar alternatif dari gas alam yaitu minyak mentah. 

"Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di Rp 1.060.000 - 1.080.000 per barel serta kisaran Support di Rp 1.020.000 - 1.000.000 per barel," kata Girta. (OL-6)

BERITA TERKAIT