23 December 2021, 15:20 WIB

Mendag Optimistis Surplus Neraca Perdagangan US$37 Miliar Tahun Ini


Mediaindonesia.com |

MENTERI Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memproyeksi surplus neraca perdagangan hingga akhir 2021 akan mencapai minimal US$37 miliar karena hingga November 2021 surplus neraca perdagangan mencapai US$34,32 miliar.

"Kalau kita lihat tahun ini, defisit migas kita akan mencapai US$12 miliar. Tapi, surplus nonmigas kita akan lebih dari US$45 miliar. Saya berkeyakinan bahwa surplus kita tahun ini setidaknya akan mencapai US$37 miliar," kata Mendag saat menggelar konferensi pers secara hibrida, Kamis (23/12), seperti dilansir Antara.

Mendag memaparkan, Indonesia juga akan mencatat rekor tertinggi ekspor tahun ini, di mana hingga November 2021 nilai ekspor RI telah mencapai US$209 miliar.

Angka tersebut merupakan nilai ekspor tertinggi setelah pada 2011 Indonesia mencetak rekor sebesar US$203,5 miliar.

"Bisa dibayangkan, kalau ekspor pada Desember konsisten dengan 11 bulan pertama, artinya ekspor Indonesia akan menembus US$230 miliar," ujar Mendag.

Baca jugaUang Beredar November Naik Seiring Peningkatan Aktivitas Masyarakat

Menurut Mendag, angka tersebut menunjukkan Indonesia akan mencetak rekor dan menandakan ekspor RI kini berevolusi dari ekspor komoditas primer, menjadi komoditas industri pengolahan.

"Jadi, kalau kita lihat tahun 2011 itu tiga dari lima produk yang diekspor adalah komoditas primer atau barang-barang tambang, seperti batubata, karet, dan bijin logam. Tahun ini pertumbuhannya sudah berevolusi menjadi bahan industri," ujar Mendag Lutfi.

Bahkan Mendag tidak menyangka bahwa besi baja menjadi salah satu primadona ekspor saat ini, di mana hal tersebut tak pernah terbayang pada 10 tahun yang lalu.

"Produk lain yaitu elektronik, dan yang selalu menjadi pujaan saya adalah otomotif. Jadi ini adalah evolusi yang luar biasa dari Indonesia," Mendag. (A-2)

BERITA TERKAIT