15 December 2021, 18:05 WIB

Tembus Rp700 M, PNBP Perikanan Tangkap 2021 Cetak Rekor 


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) perikanan tangkap di tahun ini telah melampaui rekor yang diterima selama ini atau dengan kurun waktu 12 tahun dari 2009-2021. 

Hingga 14 Desember 2021, capaian PNBP perikanan tangkap menembus Rp694,53 miliar. Penerimaan pajak ini terbagi dari sumber daya alam (SDA) dengan 622,63 miliar dan non SDA dengan Rp71,9 miliar. 

Jika dibandingkan dengan sebelumnya, PNBP di 2020 total mencapai Rp643,6 miliar, lalu di 2019 sebesar Rp559,7 miliar, dan di 2018 PNBP yang diterima senilai Rp481,3 miliar. 

"Bahkan per hari ini (15/12), sudah Rp630 miliar PNBP dari SDA. Bila dijumlahkan dengan PNPB sektor lain, seperti jasa pelabuhan perikanan itu sudah Rp71,90 miliar. Sehingga total per hari ini lebih dari Rp700 miliar. Ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah KKP," jelas Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan KKP Trian Yunanda dalam konferensi pers di Gedung KKP, Jakarta Pusat, Rabu (15/12). 

Baca juga : Peran Aktif Dunia Usaha pada B20 Presidensi G20 Indonesia Didorong

Trian juga menjelaskan, untuk realisasi produksi perikanan tangkap hingga triwulan III-2021 telah mencapai 8,08 juta ton. Angka tersebut sekitar 72% dari target yang dibidik KKP. 

"Produksi perikanan ini tinggal 28% dari target. Kalau hitungan kita, optimistis target ini bisa dicapai. Ini dikarenakan dalam tiga bulan terakhir adalah puncak produksi. Sehingga akhir tahun produksi perikanan capai lebih target 8 juta ton," ungkapnya. 

Untuk nilai tukar nelayan (NTN) sempat mengalami penurunan di awal pandemi covid-19, pada Februari-April 2020, antara lain karena indeks yang diterima nelayan mengalami penyusutan, lalu turunnya harga ikan di sebagian wilayah karena konsumsi yang terbatas akibat PSBB atau pembatasan aktivitas dan ekspor yang terhambat. 

"Seiring upaya penanganan covid-19, NTN ini konsisten dan terus meningkat. Pada 2021, sejak januari konsisten di angka 102,7. Sebuah angka yang memceriminkan pemulihan dari pandemi. Saat ini hampir di angka 106 nilai tukar nelayan," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT