13 December 2021, 21:08 WIB

Jabat Ketua Gugus Tugas ESP Industri Baja, Kimin Tanoto Dorong Perusahaan Peduli Perubahan Iklim 


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

DITUNJUK jadi pemimpin di Gugus Tugas Enviromental, Social, and Corporate Governance (ESG) Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia, Kimin Tanoto mendorong perusahaan besi dan baja di Indonesia untuk menerapkan tatak kelola lingkungan dan sosial yang baik. 

Salah satunya ialah dengan mewujudkan kerja sama PT Gunung Raja Paksi (GRP), salah satu perusahaan baja terbesar di Asia Tenggara dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) University untuk memperkuat upaya implementasi ESG. 

GRP merupakan perusahaan swasta terintegrasi yang memiliki basis pelanggan internasional tersebar di lebih dari 40 negara. Perusahaan ini berada di garis depan dalam menerapkan kebijakan tentang keberlanjutan lingkungan dan perubahan iklim.  

Awal 202l, GRP telah membentuk kerangka kerja untuk pengelolaan secara Transparan, Akuntabel, dan Profesional (TAP). Sebagai bentuk komitmen berkesinambungan pada ESG, pada Oktober lalu perusahaan ini menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan komunitas mobilisasi sosial, Sharingyuk IPB University. 

Kimin menjelaskan, tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mendukung penelitian pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan keahlian akademik universitas. Perusahaan swasta dan institusi pendidikan itu akan berkolaborasi dalam upaya memperkuat ekosistem publik-swasta di Indonesia dan mendorong agenda ekonomi hijau nasional.  

"Saya senang dapat bermitra dengan IPB University dalam inisiatif ESG yang penting ini. Fokus kami bersama adalah mendidik, menginspirasi, dan memberdayakan bisnis di Indonesia untuk menghadapi tantangan mengubah ekonomi untuk masa depan yang lebih hijau dan lebih bertanggung jawab secara sosial,” ujar Kimin Tanoto dalam keterangannya. 

Baca juga : Peran CFO Makin Strategis dalam Keberlanjutan Perusahaan

“Harapan saya adalah tindakan yang diambil oleh GRP dan IPB University ini dapat menjadi contoh bagi bisnis kemitraan publik-swasta lainnya di seluruh negeri," imbuhnya. 

Kimin Tanoto mulai berkiprah di industri baja sejak 1995. Awalnya dia ditempatkan di bagian pengelola komunikasi. Dia mengasah keahlian komunikasinya hingga bisa menjembatani kebutuhan baja dunia dengan produsen baja di Asia, termasuk Indonesia.  

Selain itu, pria yang mengambil jurusan Teknik Industri saat kuliah itu menambah wawasan dengan mempelajari undang-undang dan lanskap investasi di Tanah Air. Perjalanan kariernya yang mumpuni di industri hulu itu membawanya juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Asosiasi Besi dan Baja Indonesia. 

“Itu mendorong tindakan yang lebih positif untuk diambil tidak hanya pada perubahan iklim tetapi juga berbagai masalah LST yang harus dilakukan. sekarang menjadi prioritas bisnis," ujar Kimin. 

Pembina Sharingyuk, sekaligus Dosen Sekolah Bisnis IPB University Asep Taryana mengatakan, GRP sebagai perusahaan yang fokus pada lingkungan dan keberlanjutan, memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi terhadap dampak sosial yang positif bagi karyawan, masyarakat, dan lingkungan. 

"Kerjasama dengan IPB ini sangat strategis karena sejalan dengan kemajuan tujuan LST," ucapnya. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT