11 December 2021, 13:35 WIB

Gernas BBI dan Harbolnas Dorong Penjualan Produk Lokal UMKM


Mediaindonesia.com |

KINI tahun kedua penyelenggaraan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Pemerintah, pelaku industri digital (e-commerce, perbankan, fintech, logistik) dan para pelaku UMKM dengan dijembatani Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) makin solid dan terintegrasi dalam pelaksanaan program Gernas BBI yang mengusung tema berbeda dan promo beragam tiap bulan.

Gernas BBI yang digadang-gadang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi pascapandemi yang melibatkan nyaris semua elemen masyarakat sejak Mei 2020 melalui pelaksanaan program onboarding dan pendampingan berhasil mendigitalkan setidaknya sembilan juta pelaku UMKM di seluruh platform lokapasar. Bahkan pemerintah lewat platform BeLa (Belanja Langsung) Pengadaan mendorong seluruh instansi agar belanja barang kebutuhan operasional dengan nilai belanja hingga Rp50 juta per transaksi dari UMKM setempat yang telah terdaftar di platform tersebut. 

Deputy Mikro Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal program ini untuk jangka panjang. "Pelatihan UMKM secara daring dan luring yang saat ini telah dilakukan dan memberi hasil yang baik akan terus dilanjutkan," ujar Hanung.

Komitmen yang sama juga dikatakan Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya selain terus melakukan pendampingan dan pelatihan yang menjadi tugas bersama. "Meski kami nanti mendapat tugas di provinsi baru, kami akan tetap mengawal pelaku kreatif di Sumatra utara dari kampanye sebelumnya yaitu #BeliKreatifDanauToba," kata Nia menambahkan. "Mereka akan tetap didampingi dan 
menjadi konten di media sosial dan website kami."

Dalam digitalisasi UMKM, salah satu kunci penting yaitu pembenahan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Terkait hal ini, Dirjen IKP Kemenkominfo Usman Kasong menyatakan pihaknya mengebut untuk membangun infrastruktur. "Mengingat geografis, pilihan menggunakan fiber optik sudah dilakukan. Fiber optik membentang di seluruh Indonesia," kata Usman. 

Saat ini, menurut Usman, pengguna internet di Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa dan Sumatra. "Sulawesi menyumbang 7%, Bali dan Nusa Tenggara 5,2%, sementara Maluku dan Papua sebesar 3%." Usman juga menambahkan bahwa infrastruktur di wilayah 3T, sebenarnya sudah siap. "Kami hanya perlu meyakinkan operator untuk mau menanamkan investasi di wilayah tersebut."

Untuk ke depan, pelaku UMKM perlu mendapat perhatian untuk bisa upscaling. Plt Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita memastikan pihaknya akan mendampingi dan melakukan edukasi untuk mewujudkan pelaku usaha yang naik kelas. Menurut Reni, di beberapa wilayah, pihaknya harus berhadapan dengan tantangan tingkat pendidikan para pelaku UMKM. "Kami menyediakan modul pelatihan lengkap yang sesuai dengan latar belakang pendidikan pelaku UMKM, sehingga transfer pengetahuan dan teknologi ini dapat dipahami dan diaplikasikan dalam mengembangkan usaha mereka. Saya optimistis bahwa UKM kita bisa naik kelas dengan program yang tepat." 

Deputi Koordinasi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Odo RM Manuhutu sangat optimistis bahwa Gernas BBI bisa berdampak baik bagi perkembangan ekonomi Indonesia. "Ke depan, produk lokal harus makin disinergikan dengan perkembangan teknologi." Ia juga mengimbau hadirin agar membeli produk lokal. "Seperti imbauan Presiden dan para menteri terkait, mewajibkan 40% alokasi belanja kementerian dan lembaga untuk produk lokal hasil UMKM Indonesia. Jika bukan kita yang membeli, siapa lagi?"

Di sisi lain, menjelang akhir tahun, pelaku usaha tentu menginginkan ada catatan transaksi yang besar. Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2021 yang dikelola Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pun hadir untuk mendorong transaksi digital tersebut. Digelar selama dua hari, yakni 11 dan 12 Desember 2021, Harbolnas berharap bisa mencatatkan target penjualan produk lokal yang mencapai 70% dari total transaksi selama dua hari tersebut. Hal ini sejalan dengan peran idEA dan seluruh membernya dalam Gernas BBI yang mendorong pelaku UMKM untuk menjalankan usahanya secara digital.

Ketua Umum idEA Bima Laga mengatakan bahwa Harbolnas sebagai salah satu program untuk membantu pelaku UMKM digital. "Ini merupakan salah satu cara industri digital menciptakan demand atau permintaan bagi produk para pelaku UMKM lokal," kata Bima. "Hari pertama penyelenggaraan akan dikhususkan untuk penjualan produk lokal dengan potongan harga hingga 70% dengan minimum transaksi hanya Rp50 ribu. Sementara untuk produk general, potongan harga hingga 60% bisa dinikmati dengan minimum transaksi sebesar Rp100 ribu."

Senior Vice President Bank Mandiri Thomas Wahyudi menyampaikan antusiasmenya untuk bisa berperan turut membangun perekonomian nasional. "Kami berkomitmen untuk terus mendorong pelaku UMKM untuk go digital dan siap bersaing baik dalam skala nasional maupun internasional melalui," katanya saat melakukan konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/12).

Program Harbolnas juga merupakan bentuk kolaborasi dengan Festival Diskon Nasional 2021 yang diadakan pada tanggal 1-31 Desember 2021. Kegiatan ini selaras dengan Misi #BanggaBuatanIndonesia yang merupakan gerakan nasional berbentuk gotong royong dari UMKM untuk UMKM dengan memaksimalkan penjualan produk-produk lokal diharapkan mampu mendorong percepatan kebangkitan ekonomi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sangat bersemangat menyambut penyelenggaraan Harbolnas 2021. "Menurut saya target 70% dari total transaksi untuk produk lokal merupakan hal yang sangat masuk akal, mengingat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia sudah berjalan sangat baik dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk kementerian dan lembaga," ujarnya.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin melihat program ini akan sangat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM dan nasional. "Kami jelas sangat mendukung acara ini. Ayo belanja produk lokal," ujar Rudy.
 
Deputi Koordinasi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo RM Manuhutu sangat mengapresiasi peran industri e-commerce yang mendorong penjualan produk lokal bahkan menargetkan 70% dari total transaksi Harbolnas. "Ini seiring dengan program Gernas BBI yang bersinergi untuk satu visi sehingga seluruh effort dan program mengarah pada tujuan yang sama."

Baca juga: Menkeu: Transaksi Uang Elektronik di RI Meningkat 100 Kali Lipat Sejak 2012

Seperti Harbolnas tahun-tahun sebelumnya, pedagang juga akan memberi promo untuk konsumen selain dukungan di atas. Pelaku usaha memberikan minimum 20% potongan harga hingga 70%. Sementara itu konsumen bisa mendapat tambahan potongan harga dengan menggunakan kartu kredit dan debit Bank Mandiri. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT