09 December 2021, 10:18 WIB

Ini Progres Pembangunan Pembangkit Senilai Rp1,9 Triliun di Kalteng


Insi nantika Jelita | Ekonomi

PT PLN (Persero) memproyeksikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) Bangkanai Stage 2 akan selesai tepat waktu. Saat ini kemajuan pengerjaan proyek senilai Rp 1,9 triliun dikatakan mencapai 90%.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (PLN UIP KLB) Didik Mardiyanto mengatakan, pembangunan PLTMG Bangkanai Stage 2 masih tetap berjalan kendati pandemi melanda dan lokasi akses menuju lokasi cukup sulit dicapai di saat musim hujan seperti saat ini.

"PLN optimistis dengan beroperasinya PLTMG Bangkanai Stage 2 ini akan meningkatkan keandalan listrik terutama di Kalimantan Tengah," ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/12).

PLTMG Bangkanai Stage 2 memiliki total kapasitas sebesar 140 megawatt (MW), terdiri dari 2 engine hall dan masing-masing dapat menghasilkan listrik berkapasitas sebesar 70 MW.

"Proyek ini memiliki nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 44,55% dan melibatkan 48 tenaga kerja lokal," tuturnya.

Pada pertengahan Oktober lalu Rekomendasi Laik Sinkron (RLS) ungkap PLN, juga telah terbit untuk keseluruhan mesin PLTMG. Sistem pembangkit ini tengah memasuki tahap pengujian. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh mesinnya dapat beroperasi dengan baik dan optimal.

"Kami berharap tahapan pengujian sistem yang saat ini sedang dilakukan dapat berjalan lancar. Pengujian yang akan kami lakukan antara lain pengujian performa pembangkti dan juga reliability run untuk memastikan keandalan mesinnya," jelas Didik.

Dia menambahkan, dengan terbitnya rekomendasi laik sinkron tersebut, pembangkit listrik yang memiliki 16 mesin ini sudah dapat terhubung ke jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Bangkanai-Muara Teweh.

PLN juga menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan jaringan interkoneksi antara sistem kelistrikan Barito di Kalimantan Tengah dan sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat diperlukan SUTT 150 kV Pangkalan Bun-Sukamara dan Sukamara-Kendawangan.

Interkoneksi bertujuan agar setiap sistem kelistrikan di Kalimantan dapat terhubung dan saling menopang satu dengan lainnya. Dengan pembangkit ini dapat menopang kebutuhan daya di Kalteng sebesar 196 MW dan Kalimantan Selatan sebesar 558 MW. (Ins/E-1)

BERITA TERKAIT