08 December 2021, 11:04 WIB

Kemenkominfo: Dampak Erupsi Semeru Bikin Jaringan Operator Seluler Mati


Insi Nantika Jelita |

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut, kualitas layanan jaringan telekomunikasi terganggu akibat erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur, yang terjadi pada Sabtu (4/12).

Dampaknya, matinya Base Transceiver Station (BTS) operator seluler akibat pemadaman aliran listrik di beberapa lokasi dan putusnya kabel jaringan telekomunikasi/ backbone akibat runtuhnya beberapa jembatan di area Gunung Semeru.

"Para penyelenggara jaringan telekomunikasi terus mengerahkan upaya pemulihan infrastruktur yang terdampak erupsi Gunung Semeru," kata Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi dalam keterangannya.

Per 7 Desember 2021 pukul 12.00 WIB, beberapa operator dikatakan telah berhasil mengoperasikan kembali BTS yang sebelumnya terdampak sehingga site yang sebelumnya mati kini telah beroperasi.

BTS site tersebut, di antaranya Telkomsel sebanyak  10 site, XL Axiata sebanyak 4 site, dan Indosat sebanyak 6 site dari total 9 site yang masih off air.

"Selain itu, operator Smartfren memiliki 7 site yang masih off air (padam) dan masih ditindaklanjuti," ujar Dedy.

Terkait kendala jaringan akibat putusnya backbone, operator XL Axiata telah menambahkan proteksi kabel fiber optik sehingga layanannya dinyatakan sudah kembali normal.

Kemudian, operator Biznet masih melakukan survei jalur alternatif kabel yang putus, meskipun putusnya kabel tersebut tidak berdampak kepada layanan yang diberikan.

"Operator Fiberstar juga saat ini masih belum bisa melakukan perbaikan atau pengecekan kabel milik mereka oleh karena lokasi kabel dijaga secara ketat oleh TNI, namun jaringan sudah ditopang menggunakan link Huawei Malang-Surabaya," jelas Dedy.

Kementerian Kominfo, lanjutnya, akan terus memantau upaya yang dilakukan oleh para operator dan berkoordinasi dengan para petugas lapangan dalam menilai kualitas layanan jaringan yang diterima oleh masyarakat.

"Kami meminta operator seluler untuk segera melakukan pemulihan terhadap site seluler yang masih belum beroperasi dan yang terputus," pungkasnya. (Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT