08 December 2021, 08:05 WIB

Mapamnas XIV Perpamsi di Solo Bahas Kenaikan Tarif dan Perubahan Iklim


Widjajadi | Ekonomi

PERSATUAN Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) masih menghadapi banyak tantangan dalam penyediaan air minum untuk masyarakat luas, di tengah ancaman perubahan iklim yang makin nyata.

Benang merah persoalan Perpamsi itu akan menjadi agenda pokok Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (Mapamnas) ke-XIV yang akan digelar di Solo selama dua hari, mulai hari ini, Kamis (8/12). Mapamnas juga menjadi ajang pemilihan pengurus Perpamsi baru periode 2021 - 2025.

"Mapamnas di Solo ini bukan sekadar pesta demokrasi empat tahunan Perpamsi memilih ketua umum dan wakil ketua umum baru. Tetapi merupakan forum penting, bagaimana asosiasi secara bersama mampu mengalahkan berbagai hambatan yang menghadang, demi pelayanan air minum yang lebih baik kedepan," kata Ketum Perpamsi, Rudie Kusmayadi dalam jumpa pers di Solo, kemarin.

Pengurus teras Perpamsi yang merupakan Direktur Perumda Air Minum Tirta Raharja Bandung ini menegaskan, Mapamnas XIV mengusung tema "Ketahanan Iklim dan RPAM Menjamin Pasokan Air Aman 2024". Rencananya  Mapamnas XIV dibuka Dirjen Cipta Karya, Diana Kusumastuti.

"Tema ini diusung sebagai pengingat, bahwa sistem penyediaan air minum yang ada harus dikaji ulang, untuk memastikan ketahanannya dari ancaman perubahan iklim, " kata dia.

Selama pembahasan Mapamnas dua hari, selain merumuskan langkah strategis menghadapi ancaman perubahan iklim, juga mengupas layanan air minum model pengadaan SPAM (sistem penyediaan air minum) regional, semacam SPAM Umbulan, Pasuruan Jatim yang diresmikan Presiden Jokowi pada Maret silam.

Menurut dia, penyediaan air bersih secara regional dengan model SPAM menjadi program berkelanjutan dibanyak daerah, karena menjadi solusi bagus untuk pelayanan air minum. Namun karena berbiaya tinggi, hingga harus ada campur tangan pemerintah pusat.

Begitul halnya persoalan tarif air minum juga akan menjadi bahasan utama, mengingat 60 persen anggota Perpamsi masih perlu bantuan penyehatan. Total anggota Perpamsi saat ini adalah 422 perusahaan, yang terdiri BUMD, badan swasta, dan UPTD. (OL-13)

Baca Juga: PT TAP Tambah Pabrik Pengolahan Sawit di Kalteng

 

 

 

BERITA TERKAIT