07 December 2021, 15:13 WIB

Langkah Erick Terkait Krakatau Steel Bagian dari Kebijakan Jokowi Merestrukturisasi BUMN


Mediaindonesia.com | Ekonomi

DIREKTUR Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengkritisi pernyataan Komisaris Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) Roy Maningkas terhadap Menteri BUMN Erick Thohir.  Menurut Fernando, pernyataan Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI mengenai kemungkinan bangkrut PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tidak pantas ditanggapi di ruang publik 

Menurutnya, sebagai bawahan yang dipercaya mengawasi salah satu subholding BUMN, tidak tepat menantang taruhan Menteri BUMN di ruang publik, karena ini soal kebijakan bukan perjudian.

"Kemungkinan Krakatau Steel akan bangkrut apabila langkah-langkah restrukturisasi untuk menyelesaikan masalah yang diambil oleh Kementerian BUMN gagal.  Seharusnya manajemen Krakatau Steel dan subholdingnya membantu Erick melakukan percepatan restrukturisasi menyelesaikan persoalan Krakatau Steel, bukan malah mengajak taruhan. Erick pasti punya data dan analisis yang kuat," ujar Fernando lewat keterangannya, Selasa (7/12).

Ia menilai, sebagai orang yang berpengalaman dalam berbagai bidang usaha, Erick pasti memahami langkah apa yang harus dilakukan untuk kembali memperbaiki Krakatau Steel. Termasuk ketika harus merombak jajaran komisaris dan direksi Krakatau Steel beserta subholding perusahaan.

Perombakan dan restrukturisasi BUMN, sambung Fernando, merupakan kebijakan langsung dari Presiden Joko Widodo.  "Saya yakin Presiden Jokowi mendukung penuh apa yang dilakukan oleh Erick Thohir untuk membenahi perusahaan yang ada di bawah Kementerian BUMN agar memberikan keuntungan bagi negara. Menteri bekerja pasti berkoordinasi dengan Presiden Jokowi," pungkasnya. 

Sebelumnya di depan Komisi VI DPR, Erick mengatakan, untuk penyelamatan Krakatau Steel ada tiga langkah. Problemnya langkah ketiga ini macet. Ada dua restrukturisasi yang harus dijalankan Krakatau Steel, satu negosiasi ulang dengan POSCO ini juga tidak mudah. "Tapi memang salah satunya yang sekarang ini krusial, kalau ketiga gagal, kedua gagal, dan pertama gagal maka Desember ini (Krakatau Steel) bisa default," katanya.

Right issue untuk Krakatau Steel, menurut dia, merupakan bagian dari restrukturisasi BUMN baja yang sudah disepakati. (Ant/RO/OL-8)

 

 

BERITA TERKAIT