06 December 2021, 21:09 WIB

KUR dan Kredit Pemulihan Ekonomi Naik Drastis, Askrindo Tumbuh Melesat


Iis Zatnika | Ekonomi

Manfaat yang ditebar PT Askrindo dalam program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) guna memenuhi Peraturan Presiden Republik Indonesia No.59 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) terbentang dari Nias hingga Batang, Jawa Tengah, dengan mengoperasikan perpustakaan bergerak sampai berkontribusi dalam gerakan bersih-bersih.

Direktur Utama Askrindo Priyastomo merinci program TJSL pihaknya terbagi atas pilar sosial, ekonomi serta lingkungan. Di bidang sosial, dipayungi program Askrindo Pintar, telah dilakukan sertifikasi pada 6.600 guru PAUD, penyaluran 21 perpustakaan bergerak bernama Mobil Pintar di 20 provinsi, termasuk Nias serta pemberian bantuan 240 komputer ke 18 PKBM di wilayah 3T.

Sementara, pada pilar ekonomi telah dilakukan pendampingan pada peternak lebah madu liar di kawasan Alas Roban, Desa Kedawung, Batang, Jawa Timur dan peternak sapi perah di Dusun Brau, Batu, Jawa Timur. “Selain itu, dilakukan pula upaya peningkatan kapasitas pada 270 kelompok UMKM dan literasi asuransi untuk 52 kelompok di seluruh Indonesia,” kata Priyastomo.

Di bidang lingkungan, Askrindo menanam 150.000 pohon bakau di pantai Mempawah, Kalimantan Barat dan terlibat dalam kegiatan pembersihan Sungai Ciliwung dan berhasil mengangkut sekitar 300kg/bulannya.

Priyastomo juga memaparkan pencapaian di bidang kinerja keuangan yaitu kenaikan hasil usaha pada 2021 yang pada posisi akhir triwulan III 2021 saja sudah menyentuh Rp 917miliar sehingga diperkirakan melonjak dibandingkan 2020 senilai Rp1,11 triliun pada 2020 dan Rp134 miliar pada 2019.

PT Askrindo yang juga anggota holding BUMN perasuransian dan penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) juga mencatat pertumbuhan premi bruto. Pada triwulan III 2021 sudah mencapai Rp4,77triliun, Rp6,42 triliun pada 2020 dan Rp5,89 triliun pada 2019. Kondisi itu ditopang pertumbuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Modal Kerja Pemulihan Ekonomi Nasional (KMK PEN) yang komposisinya mencapai 84%, sekaligus menunjukkan dukungan pada pemberdayaan UMKM. (*/X-6)

BERITA TERKAIT