04 December 2021, 08:40 WIB

Kementan Sepakati Kerja Sama Produk Pertanian


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) berhasil menjalin kesepakatan kerja sama produk pertanian melalui agenda One Day with Indonesian Coffee, Fruits, and Floriculture (Odicoff) yang digelar di 10 negara.

Ke-10 negara itu yakni Belanda, Maroko, Denmark (25-27 November 2021), Serbia, Amerika Serikat, Spanyol, Uni Emirat Arab, Turki, Rumania, dan Mesir (29 November-2 Desember 2021).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berharap dari event ini, buah, bunga, dan kopi yang sangat banyak di Indonesia dapat menyentuh dunia.

“Kami menawarkan berbagai komoditas andalan Indonesia, tidak lain agar perdagangan antardunia dapat berkembang dan Indonesia bisa menjadi milik dunia, khususnya pada komoditas pertanian. Di era covid-19 seperti ini, nutrisi dan kesehatan manusia jadi penting, dan semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi nutrisi sehat, baik dari komoditas tumbuhan maupun peternakan di Indonesia cukup baik,” ujar Mentan dalam keterangan resminya, kemarin.

Dia pun berharap Odicoff ini dimanfaatkan seluruh buyer dan diaspora untuk menjadikan ruang-ruang bahwa Indonesia dapat berkontribusi guna mengakselerasi kebutuhan dunia, kebutuhan perdagangan, dan kebutuhan orang-orang Indonesia di seluruh dunia.

Di Belanda, ada lebih dari 30 buyer tertarik pada komoditas pertanian Indonesia. Dirjen Hortikultura Kementan yang juga Ketua Delegasi RI Odicoff untuk Belanda dan Serbia Prihasto Setyanto melaporkan nilai kontrak hari Odicoff di Belanda mencapai Rp208,08 miliar atau US$18,68 juta.

“Ini akan kita dorong terus sesuai program peningkatan tiga kali lipat ekspor pertanian (Gratieks) arahan Bapak Menteri,” ungkap dia.

Di Serbia, Odicoff mencapai 13 letter of intent (LoI), dengan potensi penjualan Rp105 miliar atau seta­ra US$7,33 juta. Selanjutnya, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) juga berencana melakukan ekspor produk pertanian ke Denmark senilai Rp94,4 miliar.

Di Uni Emirat Arab (UEA), Ditjen PKH juga menjalin kerja sama dengan 8 perusahaan yang tertarik produk peternak­an dan pertanian Indonesia. Nilai dagang atas 10 kontrak dan kerja sama mencapai Rp1,01 triliun.

Sementara itu, Badan Karantina Pertanian (Barantan) yang bertugas di Mesir, mengawal kontrak dagang empat eks­portir kopi Tanah Air dalam meraih kesepakatan baru dengan nilai Rp366,71 miliar di Kairo, Mesir. 

Pengusaha Mesir, Mohamed Abdelrahman Baraka, akan menginvestasikan dana US$  600 juta untuk budidaya kapas dan olahan. Dengan tambahan 6 komitmen kontrak dagang senilai Rp4,4 triliun, sehingga total kontrak dagang pertanian di Odicoff Mesir berjumlah Rp4,7 triliun.

Barantan juga mengawal Odicoff, Barcelona, Spanyol, dengan meraih kontrak dagang baru untuk komoditas kopi, buah, nanas irisan dalam kaleng dan bahan pakan ternak, premix pada 2022 senilai US$78,9 juta atau setara Rp1,1 triliun.

Di Rumania, Odicoff menjaring 7 kerja sama perdagangan. Odicoff juga berhasil mencapai 20 kontrak perdagangan di Turki antara lain beberapa MoU sudah menyebutkan volume dengan total 2.494 ton produk pertanian dan nilai sekitar Rp115 miliar. (Ifa/S3-25)

BERITA TERKAIT