03 December 2021, 07:15 WIB

Wall Street Bangkit Dari Kerugian akibat Omicron


Muhamad Fauzi | Ekonomi

SEBUAH reli luas mengirim Wall Street ke penutupan yang lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (3/12). Memulihkan kerugian selama sesi terakhir karena para pelaku pasar memburu saham-saham murah sambil mencerna implikasi dari pergeseran pandemi.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 617,75 poin atau 1,82 persen, menjadi menetap di 34.639,79 poin. Indeks S&P 500 bertambah 64,06 poin atau 1,42 persen, menjadi berakhir di 4.577,10 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 127,27 poin atau 0,83 persen, menjadi ditutup di 15.381,32 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup di wilayah positif, dengan sektor industri, energi dan keuangan menikmati persentase kenaikan terbesar.

Ketiga indeks utama AS naik, dengan investor lebih menyukai saham-saham yang masuk dalam kategori murah (value stocks) daripada saham-saham pertumbuhan (growth stocks), dan saham-saham berkapitalisasi kecil serta transportasi yang sensitif secara ekonomi berkinerja lebih baik daripada pasar yang lebih luas.

Dari ketiganya, indeks Dow naik paling banyak, mencatatkan persentase kenaikan satu hari tertinggi sejak 5 Maret, dengan Boeing Co memberikan dorongan terbesar untuk indeks saham-saham unggulan tersebut.

"Kami menjalani 29 hari berturut-turut di S&P 500 tanpa perubahan 1,0 persen, naik atau turun, dan lima hari kami mengalami ledakan volatilitas ini," kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

"Setelah penurunan dua hari terburuk dalam lebih dari setahun, kami akhirnya melihat sedikit peningkatan," tambah Detrick. "Pembeli mulai menggigit setelah pelemahan baru-baru ini dan mendorong saham-saham lebih tinggi, tetapi ketidakpastian Omicron masih ada di luar sana."

Ketika pemerintah-pemerintah dunia berjuang untuk menentukan bagaimana menanggapi varian Omicron COVID-19 yang muncul, Amerika Serikat akan mewajibkan perusahaan asuransi kesehatan swasta untuk menyediakan tes di rumah, sebuah kebijakan yang diharapkan mulai berlaku pada 15 Januari.

Varian Omicron telah menakuti pasar selama sekitar satu minggu, memukul saham-saham terkait perjalanan sangat keras karena tambal sulam pembatasan baru diberlakukan di seluruh dunia, tetapi perusahaan-perusahaan itu bangkit kembali di sesi Kamis (2/12/2021).

Indeks S&P 1500 Maskapai Penerbangan serta Hotel dan Restoran masing-masing melonjak 7,5 persen dan 3,8 persen.

Itu adalah kinerja satu hari terbaik indeks S&P 1500 Maskapai Penerbangan sejak 9 November 2020, ketika Pfizer Inc mengumumkan vaksin yang dikembangkannya dengan BioNTech lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah infeksi COVID-19.

Klaim pengangguran dan data PHK yang direncanakan memberikan bukti lebih lanjut bahwa para pengusaha semakin enggan untuk memberikan surat pemberitahuan pemberhentian dari pekerjaan di tengah pasar tenaga kerja yang ketat, akibat permintaan yang meningkat bertabrakan dengan kelangkaan pekerja dan partisipasi pasar tenaga kerja yang rendah.

Kelangkaan tenaga kerja, dikombinasikan dengan kendala rantai pasokan, telah membantu menghapus kata "sementara" dari kosakata inflasi Federal Reserve karena upah dan harga terus meningkat, dan dapat diterjemahkan dengan baik ke dalam kenaikan suku bunga yang datang lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.

Pelaku pasar sekarang mengalihkan pandangan mereka pada laporan ketenagakerjaan November yang ditunggu-tunggu dari Departemen Tenaga Kerja, yang diharapkan pada Jumat waktu setempat.

"Kami optimis kami akan memiliki angka kuat lainnya, menunjukkan ekonomi terus berada pada pijakan yang sangat kuat," tambah Detrick. "Kami mengamati pertumbuhan upah untuk setiap petunjuk potensi kekhawatiran inflasi."

Saham Boeing mengalami hari terbaiknya sejak 24 Februari, melonjak 7,5 persen setelah otoritas penerbangan China memberikan segel persetujuan atas pesawat 737 MAX dari pembuat pesawat itu. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Harga Emas Turun 21,60 dolar Terendah Selama 7 Pekan

 

BERITA TERKAIT