02 December 2021, 13:54 WIB

Petani Didorong Maksimalkan Penggunaan Kompos Jerami


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEPALA Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, memaparkan penggunaan kompos dengan memanfaatkan jerami padi bisa mengurangi biaya produksi petani di tengah makin mahalnya pupuk anorganik seperti Ure, SP36, KCI, dan ZA. 

"Pemanfaatan berbagai jenis pupuk organik pada tanaman perlu dikaji sebagai salah satu alternatif substitusi atau pengurangan penggunaan pupuk kimia sekaligus sebagai upaya mengonservasi hara tanah melalui pendauran ulang," kata Dedi dalam keterangan di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Baca juga: Pemerintah bakal Lebih Serius Tangani Difabel Intelektual

Secara umum kegunaan pupuk organik adalah meningkatkan struktur tanah, menahan pemadatan, mengurangi erosi, meningkatkan mengatur, dan menstabilkan pH, menekan perkembangan penyakit tanaman, dan menyehatkan tanah. Untuk pengomposan sebaiknya segera dilakukan setelah panen. 

"Sehingga kompos tersebut dapat digunakan pada saat persemaian atau pada saat penyiapan bibit," lanjutnya.

Di sisi lain, penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman Barat bernama Lukman mengatakan, jerami masih dianggap sebagai limbah pertanian dan sering menjadi permasalahan bagi petani, sehingga sering dibakar untuk mengatasi masalah tersebut. 

"Dampak pembakaran tersebut kurang bagus karena bisa meningkatkan kadar CO2 di udara. Hal itu juga memusnahkan mikroorganisme yang berguna dalam proses biologis tanah, seperti perombak bahan organik tanah sehingga berdampak pada menurunnya kadar bahan organik dalam tanah," katanya.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian setempat melakukan pelatihan pembuatan kompos jerami padi melalui program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPMDIP) pada awal November lalu dengan menargetkan Tani Tunas Harapan, Kecamatan Pasaman, sebagai pesertanya.
 
"Jerami dapat memperbaiki sifat fisik tanah alias pembenah tanah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pembenaman jerami padi ke tanaman kedelai dapat memperbaiki kondisi tanah, mengurangi kekerasan tanah dan penetrasi lebih ringan," bebernya. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo optimistis program IPDMIP dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat pedesaan, khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan. Produktivitas pertanian terus meningkat, khususnya di daerah irigasi. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT