01 December 2021, 18:05 WIB

Empat Poin Jawaban Menkeu Sri Mulyani terhadap Komplain MPR


Mediaindonesia.com | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani memberikan jawaban atas sejumlah komplain dari pimpinan MPR. Ini mengenai ketidakhadiran dirinya dalam undangan rapat dengan pimpinan MPR membahas anggaran MPR.

Dalam akun Instagram-nya @smindrawati, Sri Mulyani memajang sejumlah situs berita daring tentang Ketua MPR Bambang Soesatyo yang menilainya tidak menghargai MPR karena tidak menghadiri undangan rapat. Ada pula berita berjudul pimpinan lain MPR Fadel Muhammad yang meminta Sri Mulyani dipecat. 

Ada empat poin yang menjadi jawaban Sri Mulyani:

1) Undangan dua kali 27/Juli/2021 bersamaan dengan rapat internal Presiden yang harus dihadiri sehingga
kehadiran di MPR diwakilkan Wamen. Tanggal 28/September/2021 bersamaan dengan rapat Banggar DPR membahas APBN 2022 dimana kehadiran Menkeu wajib dan sangat penting. Rapat dengan MPR diputuskan ditunda.

2) Mengenai anggaran MPR. Seperti diketahui tahun 2021 Indonesia menghadapi lonjakan Covid-19 akibat
varian Delta. Seluruh anggaran KL harus dilakukan refocusing 4 kali, tujuannya adalah untuk : membantu
penangan Covid-19 (klaim pasien yang melonjak sangat tinggi, akselerasi vaksinasi, pelaksanaan PPKM di
berbagai daerah. Anggaran juga difokuskan membantu rakyat miskin dengan meningkatkan bansos, membantu subsidi upah para pekerja dan membantu UMKM akibat mereka tidak dapat bekerja dengan penerapan PPKM level 4.

Baca juga: Pimpinan MPR Minta Sri Mulyani Dipecat, Istana Buka Suara

3) Anggaran untuk pimpinan MPR dan kegiatan tetap didukung sesuai mekanisme APBN. Menkeu menghormati fungsi dan tugas semua Lembaga Tinggi Negara yang diatur dan ditetapkan peraturan perundang-undangan.

4) Kemenkeu dan Menkeu terus bekerja sama dengan seluruh pihak dalam menangani dampak pandemi covid-19 yag luar biasa bagi masyarakat dan perekonomian.

Jakarta 1 Desember 2021 (OL-14)

BERITA TERKAIT