01 December 2021, 11:35 WIB

Varian Omicron dan Taper Tantrum Buat Oleng Pasar Saham


Fetry Wuryasti | Ekonomi

DINAMIKA varian Omicorn dan taper tantrum yang selesai diramalkan selesai lebih awal, membuat saham tersungkur. Indeks Dow Jones -1,86%, S&P 500 turun -1,9%, dan Nasdaq turun -1,55%.

Saat ini Powell mulai melakukan langkah pra posisi untuk The Fed melakukan pengurangan pembelian obligasi. Presiden The Fed Atlanta, dan Presiden Fed San Fransisco juga mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan Taper Tantrum selesai lebih awal apabila data ekonomi tetap kuat.

Powell mengatakan akan mencoba untuk menjelaskan situasi dan kondisi yang terjadi dengan lebih jelas. Pandangan sementara itu merupakan sebuah gagasan bahwa inflasi mengalami kenaikkan yang disebabkan oleh gangguan pasokan, baik dari barang maupun ketenagakerjaan. Namun pada kenyataannya, kedua hal tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan. Sebab, pengangguran belum bisa ditekan sesuai target.

"Kami melihat inflasi akan terus mengalami peningkatan. Taper Tantrum dieprkirakan dapat selesai lebih awal, meskipun tingkat suku bunga belum tentu dinaikkan pada tahun depan, mengingat ada ketidakpastian baru bernama Omicron," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Rabu (1/12).

Gubernur Bank Sentral AS The Fed Jerome Powell pada pertemuannya dengan Komite Perbankan Senat, mengataksn akan menghapus stimulus lebih cepat. Artinya Taper Tantrum akan selesai lebih awal.

Powell tidak lagi menggunakan kata inflasi sementara. Dia melihat inflasi sangat tinggi dan merupakan sebuah risiko, ditambah lagi dengan kehadiran dari Omicron.

Powell juga menerangkan inflasi yang naik dengan situasi dan kondisi saat ini, akan membuat kenaikkan tingkat suku bunga akan datang lebih cepat dan itu akan terjadi pada tahun depan.

Oleh sebab itu Powell mengatakan bahwa ada baiknya dalam pertemuan FOMC berikutnya, The Fed akan membahas mengenai proses pengurangan stimulus yang lebih cepat, maju beberapa bulan ke depan.

Dalam kurun waktu 2 minggu, Powell akan berjanji untuk melihat data yang masuk, dan kemungkinan pengaruh Omicron terhadap proses pemulihan ekonomi. Saat ini The Fed sudah mengatakan akan memulai proses pengurangan Taper Tantrum pada pertengahan bulan November kemarin senilai USD 15 miliar per bulan.

Pada pertemuan yang akan dinantikan berikutnya adalah tanggal 14 – 15 December mendatang, kemungkinan penyelesaian Taper Tantrum lebih awal dengan jumlah pengurangan yang lebih besar.

Dari perkembangan kasus varian Omicron, Moderna kembali menegaskan banyaknya mutasi variant Omicron, sehingga menyarankan untuk membuat vaksin baru yang diperlukan.

Hal ini sontak menaikkan volatilitas pasar, karena untuk membuat vaksin baru tidak pernah mudah. Memang benar bahwa bahan dasarnya sama, yaitu Covid 19. Namun untuk membuat turunan, itu tidak pernah mudah karena dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menciptakan vaksin baru dan melakukan distribusi. Jumlah mutasi yang terjadi pada Omicron begitu mengerikan, sehingga tentu saja kita harus menanggapinya dengan serius.

CEO dari Moderna, Stephane Bancel mengatakan pemirsa, bahwa akan memakan waktu berbulan-bulan untuk dapat mengembangkan vaksin untuk mengatasi Omicron. Bancel mengatakan bahwa dosis 100 mikrogram lebih tinggi dari suntikan booster, bisa dipersiapkan lebih cepat untuk mengatasi gejala Omicron.

Baca Juga: Pelajar Dilarang Libur saat Nataru Disdik DKI Kaji Aturan Teknisnya

Moderna sangat percaya bahwa varian Omicron bisa sangat menular, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh mutasi terhadap kemanjuran vaksin yang ada saat ini membutuhkan waktu setidaknya 2 minggu. Mereka tidak menutup kemungkinan untuk memberikan dosis yang lebih tinggi untuk melindungi masyarakat, khususnya dengan seseorang yang memiliki nilai risiko tinggi terkait dengan gangguan kekebalan. Oleh karena itu orang tua membutuhkan dosis ke empat.

FDA juga mengatakan bahwa mereka akan bergerak lebih cepat untuk menyetujui vaksin baru untuk Omicron.

"Sejauh ini kami melihat bahwa FDA akan bergerak lebih cepat, karena mereka tahu ini virus yang memiliki struktur yang sama sehingga mereka bisa mengevaluasi lebih cepat," kata Nico.

CEO Pfizer juga bertindak lebih cepat, dan telah memulai mengerjakan vaksin baru jika diperlukan nanti. Pfizer sedang membuat template DNA pertamanya pada hari Jumat nanti, sebagai langkah awal dalam pengembangan. Pfizer mampu untuk membuat vaksin dalam kurang dari 100 hari atau itu berarti dalam kurun waktu 3 bulan.

Sejauh ini dalam menghadapi variant Delta, mereka juga tidak memberikan perubahan berarti, karena vaksin yang digunakan masih vaksin yang sama seperti pertama kali dikeluarkan. Saat ini Biotech juga masih melakukan penelitian untuk dapat menentukan apakah Omicron dapat menyebabkan tingkat kerusakan yang parah atau tidak apabila dibandingkan dengan versi sebelumnya.

"Kami melihat Biotech dan Pfizer justru lebih optimis dibandingkan Moderna. Jadi tentu harapannya ada terletak pada pundak Biotech dan Pfizer. Tidak hanya itu, AstraZeneca, Johnson & Johnson, Sinovac Biotech Ltd, CanSino Biologics Inc dan pembuat obat dari Jepang, Shionogi & Co sedang mengerjakan vaksin terkait dengan varian baru tersebut," kata Nico.

Booster saat ini menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk dapat menjaga konsistensi dari suntikan tersebut dan menjaga keberlangsungan pemulihan ekonomi kedepannya. (OL-13)

BERITA TERKAIT