30 November 2021, 16:25 WIB

Pasar Global Anjlok setelah Peringatan Vaksin Moderna atas Omicron


Mediaindonesia.com |

PASAR saham dan minyak merosot lagi pada Selasa (30/11). Ini setelah Kepala Moderna memperingatkan vaksin virus korona saat ini mungkin kurang efektif dalam menangkis varian Omicron. Ini memicu kekhawatiran bahwa negara-negara dapat dipaksa kembali ke penguncian yang menyakitkan secara ekonomi.

Saham sebagian besar telah naik tipis setelah aksi jual dua hari yang mengikuti berita pada Jumat tentang varian baru. Menurut beberapa pengamat, kabar itu berlebihan karena miliaran orang telah diinokulasi.

Namun komentar Stephane Bancel dalam wawancara dengan Financial Times kembali mengguncang pasar. Ini karena dia mengatakan tingginya jumlah mutasi pada Omicron dan penyebarannya yang cepat di Afrika Selatan mengindikasikan vaksin yang sekarang perlu diubah.

"Tidak ada dunia, saya pikir, di mana (keefektifan) berada pada tingkat yang sama yang kami miliki dengan Delta," kata CEO Moderna kepada surat kabar itu.

Bursa saham Tokyo, Hong Kong, Singapura, Bangkok, dan Jakarta kehilangan lebih dari 1% sementara Seoul tenggelam lebih dari 2%. London, Paris, dan Frankfurt dibuka di zona merah dan kontrak berjangka di New York juga turun tajam.

Sydney, Wellington, dan Taipei ditutup lebih tinggi sebelum wawancara dipublikasikan. Kabar itu juga menyebar ke pasar minyak. Dua kontrak utama anjlok lebih dari 3%, setelah perlahan pulih dari jatuhnya yang lebih dari 10% pada Jumat karena kekhawatiran permintaan kembali membanjiri.

Perusahaan-perusahaan yang terkait dengan pariwisata termasuk yang paling terpukul dengan Cathay Pacific kehilangan lebih dari 4% di Hong Kong yang telah terkena dampak pembatasan baru perjalanan ke kota itu dan Singapore Airlines turun lebih dari 1%.

Baca juga: Pertama di Serbia, ODICOFF Upaya Peningkatan Perdagangan Pertanian

"Informasi tentang varian Omicron masih samar, seberapa drastis gejalanya dan seberapa mudah penyebarannya juga tidak diketahui, begitu juga efektivitas vaksin saat ini," kata Kelvin Wong dari CMC Markets. "Saya memperkirakan lebih banyak risiko penurunan untuk beberapa minggu ke depan kecuali ada kejelasan lebih lanjut tentang jenis Omicron." (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT