30 November 2021, 10:38 WIB

Kebersamaan Kunci Keberhasilan Penanganan Pandemi


mediaindonesia.com | Ekonomi

SEKRETARIS Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono mengatakan kebersamaan merupakan kunci keberhasilan dalam penanganan pandemi covid-19 di Indonesia.

Ia mengatakan saat kasus covid-19 me-lonjak pada Juli dan Agustus 2021 terlihat semua pihak bergotong royong dan bekerja sama dalam meredakan pandemi.

“Kita melihat betul ketika kasus puncak pada Juli-Agustus kemarin, kunci utama keberhasilan adalah kebersamaan kita menangani ini semua,” kata Susiwijono, pada acara Indonesia Town Hall yang tayang di Metro TV, tadi malam.

Keberhasilan bersama dalam mengendalikan pandemi juga berdampak luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan pada kuartal ketiga tahun ini tercatat pertumbuhan ekonomi dari komponen rumah tangga mengalami kenaikan 60%.

“Konsumsi rumah tangga tumbuh positif, artinya kebersamaan di masyarakat ini tidak hanya dalam konteks pengendalian covid-19 saja. Dampak positifnya dalam membangun kepercayaan diri masyarakat,” kata Susiwijono.

Di balik kebersamaan dan gerakan gotong royong, Susiwijono mengatakan pemerintah juga menggelontorkan dana Rp744 triliun pada tahun ini untuk melindungi masyarakat.

“Kita dorong daya belinya yang pada akhirnya berkontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi kita,” kata Susiwijono.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan kebersamaan dan gotong royong adalah kekuatan dalam mengendalikan pandemi. 

Ia menambahkan kekuatan modal sosial dan kedermawanan masyarakat dapat menjadi senjata membantu sesama.

“Saya melihat ketika tenaga kesehatan terseok-seok, banyak sekali beban, tapi di situ banyak kekuatan modal sosial yang bisa kita manfaatkan,” ujarnya.

Fadil mengatakan sejumlah upaya gotong royong dalam menangani pandemi bisa dilihat dari Kampung Tangguh Jaya yang dijalankan di Jawa Timur dan DKI Jakarta. Selain itu, ada program Vaksinasi Merdeka yang mempercepat program Vaksinasi Nasional.

Fadil mengatakan hanya dengan modal gotong royong dan kedermawanan semua itu bisa berjalan. Dampak positifnya, kata dia, bisa dilihat saat kasus covid-19 mulai melandai dan jutaan orang telah divaksinasi.

“Kita punya ekosistem digital menggerakkan vaksinasi. Dalam waktu dua minggu kita bisa nyuntik dua juta orang. Itu tidak dibiayai negara, pembiayaan dari para dermawan, tenaga kesehatan dari relawan yang tidak terlibat dalam tim inti kesehatan,” ujar Fadil. (Faj/S2-25)

BERITA TERKAIT