27 November 2021, 17:29 WIB

Bali Sepi Penerbangan Internasional, Kemenparekraf Galang Kerja Sama dengan Hongaria


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebut, Bali masih sepi dari penerbangan internasional, sejak dibuka Oktober tahun ini. Oleh karena itu, Kemenparekraf mengajak negara lain seperti Hungaria untuk berkunjung ke Pulau Dewata. Ini disampaikan saat Menparekraf Sandiaga Uno bertemu Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Lilla Karsay Jumat (26/11).

"Kita sudah membuka Bali, dan Hungaria masuk ke dalam negara yang bisa mengunjunginya, ini potensial sekali untuk kita kolaborasikan," ujar
Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Kemenparekraf Raden Sigit Witjaksono dalam keterangan resmi saat mendampingi Sandiaga.

Sandiaga pun juga meminta Hungaria mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar di 2022. Selain event besar tersebut, diharapkan ada kerja sama antar-kedua negara dalam menyelenggarakan berbagai jenis event.

Sementara, Dubes Hungaria mengaku menyambut baik rencana kolaborasi bidang pariwisata, karena negara tersebut dikatakan masuk ke dalam 19 negara yang dapat berkunjung ke Bali. "Kami senang masuk dalam 19 negara yang boleh berkunjung ke Bali," ujarnya.

Lebih lanjut, Hungaria menyampaikan banyak potensi kerja sama yang bisa dilakukan antara Indonesia dengan Hungaria. Di antaranya wellness tourism atau wisata kesehtan , hingga pendidikan di bidang wisata. "Ada kompleks strategi yang akan membahas bagaimana meningkatkan wisatawan. Kita bisa share apa yang sudah dilakukan tahun-tahun lalu. Ada 2 juta turis sebelum pandemi. Untuk diketahui kami lebih banyak turis dibandingkan warganya," kata Lilla

Pihaknya berharap pertemuan ini semakin memperkuat hubungan bilateral antara Hungaria dan Indonesia yang pernah terjalin sebelumnya, demi kemajuan kedua negara, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. "Kami siap berkolaborasi untuk kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Hungaria dan Indonesia," ujarnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT