27 November 2021, 15:55 WIB

Panjaitan van Menteng: Bisnis Urusannya Bukan Soal Siapa Menang dan Siapa Kalah


Mediaindonesia.com |

Merayakan hari ulang tahun ke-65 (23/6), CEO Agung Concern Group Mahatma Ilham Panjaitan, meluncurkan sebuah buku perjalanan hidupnya, di Hotel Four Seasons, Gatot Subroto, Jakarta, pada Jumat (26/11/2021). 

Buku berjudul  “Panjaitan van Menteng The Godfather” itu ditulis jurnalis Putut Trihusodo dan Dwitri Waluyo dengan gaya reportase menarik.

Hadir dalam peluncuran buku yang dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes)  itu, antara lain Agus Martowardojo (mantan Gubernur BI dan Menkeu), Jahja Setiatmadja (Dirut BCA), Taswin Zakaria (Dirut Maybank Indonesia), Solihin Kalla (Group Kalla), Letnan Jendral TNI (Purn) Hotmangaraja Panjaitan, Nur Asia Uno (istri dari Sandiaga Uno).

Mengutip pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Indonesia tidak banyak perusahaan keluarga yang bisa bertahan hingga lebih dari 8  windu. Agung Concern Group yang beroperasi sejak 1954 adalah yang termasuk dari segelintir itu.  Selain bertahan dari gerusan krisis, Agung Concern juga bertumbuh pesat. Bidang usahanya, merambah sejumlah sektor, termasuk sektor IT yang saat ini tengah berkembang pesat. 

“Dalam dua dekade terakhir ini, sejak dipimpin Ilham Panjaitan,  Agung Concern Group telah masuk ke jajaran elite korporasi di Tanah Air. Agung Concern Group memiliki kekuatan besar untuk ikut menjadi salah satu pelaku penting yang akan ikut meramaikan pentas Indonesia Emas 2045,” catat Putut Trihusodo.

Meski memimpin korporasi besar, sosok Ilham Panjaitan tidak begitu dikenal publik. Ilham, begitu low profile. Ia juga  bukan pula sosok yang gemar membicarakan tentang dirinya atau succes story-nya.  Itu sebabnya, buku ini hampir sepenuhnya merupakan rangkaian cerita dari kawan sekolah, kawan kuliah, rekan bisnis, serta para kolega lainnya, tentang sosok Ilham dan apa yang dia kerjakan sejauh ini.

Bagi Ilham, lebih mudah menyampaikan hal-hal yang dianggapnya prinsip-prinsip yang dijalaninya. Tentang prinsip hidup sebagai ayah, misalnya, sebagai suami,CEO atau sebagai pelaku usaha dengan segala komitmennya. 

“Tentang keseharian dan kebiasaan Pak Ilham, kami mewancarai 40an orang narasumber. Mereka adalah, teman reman, rekan kuliah, keluarga, partner bisnis dan lainnya,” tambah Putut.
 
Buku setebal 272 halaman ini dilengkapi prolog yang ditulis Luhut Binsar Pandjaitan. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi ini mengenal keluarga Ilham Panjaitan, sudah sejak tahun 1950-an. Turut pula memberi testimoni adalah Jusuf Kalla  dan Enggartiasto Lukita (mantan Mendag).

Dalam “Panjaitan van Menteng”,  digambarkan bahwa Ilham lebih suka sibuk bekerja ketimbang mematut-matut diri dan tampil di media. Berkat kepemimpinan Ilham, memastikan Agung Toyota (salah satu divisi usaha Agung Concern Group) tumbuh pesat. 

Agung Toyota yang tercatat sebagai satu dari lima founding dealer Toyota  sejak 1972, menguasai pasar mobil di wilayah Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, dan Bali dengan total jumlah karyawan tetap mencapai lebih dari 1.000 orang. Adapun total karyawan Agung Concern sebagai holding, lebih dari 5000 orang yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

Buku Panjaitan van Menteng, demikian kata sang penulis Putut Trihusodo, juga mencatat sejumlah hal penting yang bisa dijadikan pelajaran bagi perusahaan keluarga yang ingin eksis dan bertahan puluhan bahkan ratusan tahun. 

Tentang filosofi keluarga yang menjadi corporate culture, pembentukan tim building, juga kejelian membaca situasi dan mengeksekusinya sebagai bisnis yang menguntungkan. “Banyak best practise yang bisa dijadikan pelajaran. Baik itu tentang corporate culture, membangun tim yang solid, manajemen mengatasi krisis dan lain-lain,” tambah Dwitri Waluyo.

Tentang perubahan iklim bisnis (base on TI) saat ini, Ilham melihatnya bahwa perubahan itu hal yang tak bisa dihindari. 

“Maka, perubahan perlu disikapi dengan waspada dan proporsional. Tidak memandangnya secara underestimate tidak pula overestimate,” jelas Ilham. 

Ada satu  hal yang dibagikan mengenai filosofi bisnis yang dianutnya yakni "Bisnis urusannya bukan soal siapa menang dan siapa kalah. Semua pihak harus merasa menang dan puas karena bisa mengambil manfaat secara adil.”

BERITA TERKAIT