26 November 2021, 21:55 WIB

Green House, Pesan Menteri Pertanian yang Diwujudkan Minaqu 


Media Indonesia |

SUKSES tidak boleh digenggam diam-diam. Kaya pun tak boleh diraih sendirian. Berbagilah agar masyarakat bisa ikut merasakan.

"Itu pesan yang disampaikan Pak Syahrul (Yasin Limpo, Menteri Pertanian) kepada kami. Alhamdulillah kami bisa memenuhi pesan pak menteri itu dengan kehadiran green house di Kelurahan Bojongkerta, Kota Bogor, Jawa Barat ini," ujar Direktur Minaqu Indonesia, Yasmin Sanad dalam peresmian green house tanaman hias di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/11).

Yasmin menambahkan green house ini menjadi projek percontohan program kemitraan petani tanaman hias binaan Minaqu Indonesia. Rencana ke depan akan diterapkan di setiap kelurahan di Kota Bogor.

"Setelah 2 bulan lalu peletakan batu pertama untuk pembangunan green house ini, sekarang sudah diresmikan dan siap diproduksi. Peran Minaqu di sini sebagai off taker, yaitu membina para petani tanaman hias termasuk memberikan penyuluhan dan pengembangbiakan bibit. Tujuannya agar kualitas tanaman yang akan diekspor sesuai permintaan pasar buyer Minaqu," tambah Yasmin lagi.

Yasmin mengungkapkan, kalau hasilnya bagus green house akan diterapkan juga di seluruh kelurahan di Kota Bogor. "Minimal 50 petani setiap kelurahannya. Kalau di Kabupaten Bogor, Minaqu sudah punya 1.000 petani," tandasnya.

Ia menjelaskan, tanaman hias yang dibudidayakan di sini ada tiga jenis yaitu Philodendron Melanochrysum, Syngonium White Albo, dan Syngonium Triking. Tiga jenis itu dipilih berdasarkan tren di pasaran. Satu petani setiap bulan ditarget 150 tanaman.

Bekerja sama dengan Bank BJB Cabang Bogor, green house tanaman hias di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, menjadi projek percontohan program kemitraan petani tanaman hias. Target berikutnya bila sukses, lanjut Yasmin, ke kelurahan Rancamaya, Mulyaharja, Kertamaya, Genteng, Ranggamekar dan seterusnya. 

"Minaqu janji akan ada di setiap kelurahan di Kota Bogor. Paling tidak 12 kelurahan sudah cukup. Mungkin butuh waktu lima tahun, tapi kalau dalam dua tahun kita sudah punya green house dan punya sentra produksi, itu sudah bagus," ungkap Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat membuka green house ini.

Menurut Dedie, proses pembangunan green house dalam waktu dua bulan ini cukup cepat progresnya. Ia memberikan apresiasi kepada Minaqu Indonesia, karena green house yang dibuat sudah mulai produksi dan sebagian lagi dalam persiapan. 

"Yang paling penting dengan dibentuknya mitra tani di Bojongkerta ini, ada perubahan ekonomi yang dirasakan warga," tegasnya. (RO/O-2)
 

BERITA TERKAIT