26 November 2021, 11:43 WIB

Kemendag Dorong Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEMENTERIAN Perdagangan, melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, bersama Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta, dan Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit (APCASI) memfasilitasi pertemuan bisnis pelaku usaha cangkang sawit Indonesia dengan pelaku usaha industri biomass dari Jepang. Hasil dari pertemuan yang berlangsung di Pekanbaru (24 - 25/3) tersebut menghasilkan potensi transaksi dagang produk cangkang sawit sebesar US$12 juta per tahun.

"Dalam rangka menjaga surplus neraca perdagangan, pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan produk dan komoditi berpotensi ekspor yang memiliki permintaan dan nilai jual yang tinggi di pasar global, salah satu di antaranya adalah cangkang kelapa sawit,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi di tempat terpisah.

Perdagangan ekspor produk cangkang sawit Indonesia pada Januari – September 2021 telah mencapai US$286 juta atau meningkat 27,01% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020. 

Baca juga: Kementan Beri Wacana Kerja Sama Pengembangan Bawang Bombai RI-Belanda

Adapun negara tujuan ekspor utama produk cangkang sawit Indonesia yaitu Jepang dengan pangsa sebesar 84,5% dari total ekspor cangkang sawit Indonesia, diikuti Thailand, Singapura, Korea Selatan dan India. Sementara itu pasokan cangkang sawit di Indonesia berasal dari Jambi, Riau, Sumatra Barat, Kalimatan Tengah, dan Sumatra Utara.

Jepang, saat ini, merupakan pasar yang terbesar bagi cangkang sawit dan diperkirakan akan terus menjadi menjadi pasar utama untuk komoditas tersebut. 

Hal itu dimungkinkan dengan adanya kebijakan energi Jepang yang menetapkan pemenuhan 24% energi yang dihasilkan pada 2030 berasal dari energi baru dan terbarukan (renewable energy). 

"Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional bersama dengan Japan External Trade Organization berupaya mempertahankan dan meningkatkan ekspor cangkang sawit ke Jepang. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah melalui kegiatan One on One Business Matching yang diselenggarakan pada hari ini,” ungkap Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan di lokasi kegiatan.

Marolop menambahkan, "Selain melalui pertemuan bisnis kami juga mengajak pelaku usaha Jepang untuk mengunjungi stockpile dan pabrik penghasil cangkang sawit di daerah Siak dan Dumai, dengan harapan agar calon mitra bisnis dari Jepang meyakini besarnya potensi cangkang kelapa sawit Indonesia dan berminat untuk menjalin kerja sama bisnis jangka panjang dengan pelaku usaha lokal."

Dari hasil business matching sebelumnya, pada awal November, telah dilakukan pengiriman cangkang sawit oleh PT Internasional Green Energy dan PT Prima Khatuliastiwa Sinergi sebanyak 10.000 ton dan 11.000 ton untuk memenuhi kontrak pengiriman per bulan secara kontinu ke pasar Jepang. 

Selanjutnya, pada awal Desember, akan dilakukan pengiriman cangkang sawit sebanyak 20.000 ton oleh PT Jatim Propertindo untuk memenuhi kontrak yang serupa dengan perusahaan di Jepang.

Kompetitor utama Indonesia untuk produk cangkang sawit adalah Malaysia dan Thailand sementara produksi dunia sebagian besar berada di Indonesia. 

Namun, eksportir cangkang sawit Indonesia menghadapi kompetisi yang relatif ketat dengan eksportir Malaysia. Harga cangkang sawit di Malaysia relatif lebih murah dan stabil sedangkan harga di Indonesia fluktuatif dan cenderung naik akibat adanya bea keluar dan pungutan ekspor ditambah kurangnya infrastruktur pendukung. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT