25 November 2021, 18:10 WIB

Bali International Flight Academy Luluskan 108 Pilot


mediaindonesia.com | Ekonomi

BALI International Flight Academy (BIFA) telah meluluskan 108 pilot dengan lisensi commercial pilot with multi engine license dari 8 batch. BIFA yang berdiri sejak 2009 telah meluluskan lebih dari 1000 pilot dan menjadi sekolah pilot swasta terbesar di Indonesia. Acara kelulusan kali ini diselenggarakan di Menara 165 Jakarta. 

CEO Bali International Flight Academy (BIFA) I Gusti Wiradharma B Oka mengatakan, pihaknya berhasil menjalankan operasional dengan menerapkan protokol ketat dan menjaga kualitas pelatihan standar tinggi yang selama ini dimiliki. Dengan demikian, kadet dapat menuntaskan pendidikan mereka dengan baik dan siap untuk meniti karier sebagai pilot. 

"Prospek alumnus BIFA sebagai penerbang dengan standar internasional diharapkan mampu berperan positif dalam membangun kekuatan dirgantara nasional yang kami percaya akan berkembang sangat pesat dalam waktu dekat seusai  pandemi covid-19," ujar Wiradharma dalam keterangan yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Kamis (25/11/2021). 

Menurutnya, pendidikan terintegrasi BIFA dikelola melalui serangkaian aktivitas belajar mengajar dan pelatihan berskala internasional yang memiliki tiga program kekhususan. Diawali dengan Private Pilot License (PPL) yang merupakan sertifikasi pilot penerbangan pribadi sebagai tanda bahwa wisudawan program ini telah siap secara profesional sebagai pilot penerbangan pribadi. 

"Program PPL memiliki durasi 14-16 minggu pendidikan dan pelatihan terbang yang terintegrasi sesuai standar Directorate General of Civil Aviation (DCGA) yaitu standar yang diaplikasikan pada implementasi, pengontrolan, dan pengawasan operasional penerbangan," kata dia. 

BIFA memiliki homebase di Bandara Letkol Wisnu, Buleleng, Bali, dan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, serta outbase di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah. 

Presiden Komisaris BIFA Tience Sumartini menyebutkan, usaha penerbangan tidak akan punah tetapi akan terus berkembang sepanjang masa dan akan tetap memerlukan pilot-pilot yang handal. Pasalnya, luas negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke sama dengan luas negara Amerika Serikat. "Sehingga untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya tentu kita memerlukan transportasi udara dan laut," terang Tience. 

Ia menambahkan, lulusan BIFA selama ini terbukt sukses berkarier baik di penerbangan komersial maupun penerbangan umum mencakup semua aktivitas di luar penerbangan militer, maskapai terjadwal, dan kargo regular seperti penerbangan pribadi, pelatihan penerbangan, ambulans udara, pesawat polisi, pemadaman kebakaran udara, penerbangan terpencil, dan masih banyak lagi.  

“Masa depan berkarier sebagai pilot masih sangat cerah. Ini yang ingin kami garis bawahi, masyarakat umum selama ini mungkin hanya familiar dengan industri penerbangan komersial, padahal di luar itu kita juga mengenal adanya penerbangan umum (general aviation) yang juga memiliki banyak lapangan pekerjaan," ucapnya. 

Tience menambahkan, saat ini sudah banyak private company yang memiliki beberapa tipe pesawat. Mereka yang memiliki hobi dirgantara kini mempunyai kesempatan untuk memiliki lisensi PPL (private pilot license) sehingga bisa terbang menikmati keindahan pulau-pulau di Indonesia. (RO/A-3) 

BERITA TERKAIT