25 November 2021, 09:00 WIB

Airlangga Ingin Indonesia Tiru Jepang dan Korsel dalam Pulihkan Ekonomi Lewat UMKM


mediaindonesia.com | Ekonomi

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam ekonomi nasional.

Airlangga memaparkan bahwa di tengah situasi pandemi, UMKM terbukti memiliki ketahanan yang tinggi dan menjadi sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Aktivitas bisnis UMKM menjadi salah satu penyangga dalam mitigasi lonjakan kasus varian delta sehingga ekonomi dapat tumbuh sebesar 3,51% year on year (yoy)," papar Airlangga dalam acara bedah Buku Pembiayaan UMKM yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (24/11).

Dalam acara tersebut, Airlangga ingin Indonesia bisa mencontoh negara Jepang dan Korea Selatan yang berhasil membantu memulihan perekonomian negaranya melalui UKM pasca Perang Dunia II. 

Airlangga menjelaskan, keberhasilan tersebut dicapai melalui sinergi dukungan yang baik dari seluruh stakeholder, adanya ekosistem kelembagaan yang terintegrasi, dan kebijakan pemerintah yang mendukung peningkatan daya saing UMKM.

Di Indonesia sendiri, pemerintah telah memberikan dukungan bagi UMKM dengan memberikan tambahan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 3% pada 2021, sehingga suku bunga KUR di masa pandemi menjadi 3% hingga akhir 2021.

“Dengan suku bunga yang hanya 3%, mampu menjadi penyangga untuk UMKM tetap berkegiatan,” ungkap Airlangga.

Selain itu, berbagai persyaratan untuk debitur KUR di masa pandemi juga turut direlaksasi, agar mempermudah penyaluran kepada debitur yang terdampak pandemi.

Airlangga juga menjelaskan bahwa pemerintah juga memiliki Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang dilaksanakan selama masa pandemi dan memberikan perhatian khusus kepada sektor UMKM. 

Berbagai program yang telah diberikan untuk mendukung keberlangsungan usaha UMKM ialah subsidi bunga, penempatan dana pemerintah pada bank umum mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, penjaminan kredit modal kerja UMKM, Banpres produktif usaha mikro, bantuan tunai untuk PKL dan warung, dan insentif PPh final UMKM ditanggung pemerintah (DTP).

“Pemerintah terus mengintegrasikan sistem pembiayaan UMKM agar mendukung pemberdayaan UMKM dan juga mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah juga terus meningkatkan nilai tambah dengan penguatan kewirausahaan dan tentunya mendorong UMKM mempunyai ekosistem yang lebih baik,” jelas Airlangga. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT