25 November 2021, 10:00 WIB

PKS : Daripada Urus Toilet, BUMN Fokus Percepat Proyek Kilang Tuban


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Mulyanto meminta Menteri BUMN Erick Tohir untuk fokus mengerjakan tugas-tugas pemerintahan yang lebih penting dan strategis ketimbang mengurus toilet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.

Menurutnya, saat ini banyak hal yang lebih strategis yang perlu mendapat perhatian serius Menteri BUMN seperti percepatan penyelesaian proyek kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban, Jawa Timur.

"Daripada mengurus toilet SPBU lebih baik Menteri BUMN mendorong Pertamina, agar segera menyelesaikan Kilang Tuban, sehingga kita dapat mengurangi impor BBM dan menekan defisit transaksi berjalan sektor migas," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (24/11).

Selain itu, Mulyanto juga mendesak Kementerian BUMN untuk mengawasi Pertamina, agar tidak lagi terjadi kebakaran kilang BBM seperti di Cilacap, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. "Jangan sampai seperti sekarang ini, setiap 4 bulan sekali terjadi kebakaran kilang Pertamina," tuding Anggota Komisi VII DPR RI ini.

Mulyanto menyebut, masalah di wilayah kerja Kementerian BUMN tidak sedikit. Mulai dari masalah di perusahaan induk sampai di anak-cucu BUMN. Dia berpandangan, masalah-masalah tersebut membutuhkan perhatian dan pengawasan yang serius.

Belum lama ini, Erick Thohir membeberkan bahwa dalam memakai fasilitas toilet di SPBU Pertamina ternyata dipatok tarif dari Rp2.000 hingga Rp4.000. Hal ini pun menjadi sorotan publik.

Dalam akun Instagram @erickthohir, Menteri BUMN itu sedang berbincang dengan penjaga toilet SPBU. Erick menanyakan kenapa toilet SPBU berbayar. Padahal keberadaan toilet dan musholla merupakan bagian layanan yang harus disediakan oleh pengelola. (OL-12)

BERITA TERKAIT