24 November 2021, 21:02 WIB

Mendag: Pertumbuhan Ekonomi Harus Dimanfaatkan Milenial Jadi Entrepreneur


mediaindonesia.com | Ekonomi

PERKUMPULAN Alumni Amerika Serikat (Alumnas) mengadakan Alumnus Summit perdana yang mengusung tema 'Indonesia Risin'  pada 24-25 November 2021. 

Acara ini diselenggarakan sepenuhnya secara virtual dan berhasil menarik lebih dari 500 pemirsa dari berbagai kalangan dan memperoleh partisipasi dari 52 pembicara, 10 di antaranya adalah tokoh-tokoh utama dari pemerintahan. 

Webinar ini berisikan beberapa pidato kunci dan sembilan diskusi panel yang mencakup beragam topik penting.

Pada saat ini Alumnas mencatat ratusan anggota resmi yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air dan menargetkan jumlah keanggotaan sampai ribuan di penghujung 2022.

Berbekal visi merangkul seluruh lulusan perguruan tinggi Amerika Serikat (AS) di Indonesia, Alumnas bertekad untuk menjadikan Alumnas Summit ini sebagai wadah untuk menelurkan buah pikiran penting, berbagi pengetahuan dan mewujudkan jaringan hubungan antar alumni.

Tujuan jangka panjangnya adalah mewujudkan landasan untuk melakukan aksi-aksi konkret dalam membangun bangsa dan negara.

Adapun pembicara-pembicara kunci dalam Alumnas Summit antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparekraf) Sandiaga Uno, dan Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Kim.

Dalam pernyataannya, Menkumham Yasonna Laoli menyebut pilihan tema Indonesia Rising sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Yasonna yang menjabat Ketua Dewan Penasihat Internasional Alumnas itu juga mengatakan,“Ini adalah suatu forum yang bermanfaat untuk bekerja sama dan memperluas jaringan untuk kita semua. Harapan saya, summit ini akan membuahkan usulan-usulan menuju aksi yang konkret.”

Sementara itu, Mendag Muhammad Lutfi mengatakan seiring dengan pulihnya ekonomi di tahun ini, perdagangan Indonesia juga tumbuh dengan sangat positif dengan mencatatkan beberapa rekor yang membanggakan.

“Pertumbuhan sebesar ini harus dimanfaatkan anak muda Indonesia dengan menjadi entrepreneur di bidang teknologi. Pelaku usaha muda harus menciptakan disrupsi ekonomi digital dan harus menciptakan nilai tambah di Indonesia,” kata Lutfi.

Sementara itu, Dubes AS untuk Indonesia, Sung Kim menyatakan alumni perguruan tinggi AS memainkan peranan penting dalam hubungan strategis antara ‘Negeri Paman Sam’ dan Indonesia. 

“Saya sangat berkeinginan untuk berkolaborasi dengan Alumnas guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara.  Saya ingin bekerja sama dengan Anda semua dalam memajukan prioritas-prioritas kita bersama sejalan dengan menguatnya hubungan bilateral negara dan jalinan hubungan antar manusia,” ujar Sung Kim.

Anggota Alumnas berbagi wawasan

“Dalam dua hari ini, Alumnas  menampilkan para alumni perguruan tinggi Amerika Serikat untuk membagi wawasan tentang tren  terkini di berbagai bidang seperti ekonomi, kewiraswastaan wanita, energi, lingkungan, tata sosial, perpajakan, pangan, seni busana, kota pintar dan topik-topik menarik lainnya," President Alumnas, Jimmy Gani, dalam sambutan pembukaaan acara, Kamis (24/11).

"Perlu diketahui bahwa mereka adalah pemimpin-pemimpin terdepan di negeri ini dan juga para CEO dan pelopor perubahan di bidangnya masing-masing. Beliau-beliau ini adalah talenta terbaik yang kita miliki yang merupakan lulusan perguruan tinggi terkemuka di Amerika,” tutur Jimmy.

“Kita tentunya mengharapkan pembicaraan dan diskusi penting ini akan memberikan pencerahan kepada kita semua dalam menghadapi normalitas kehidupan baru di Indonesia seiring dengan meredanya kasus covid-19,” imbuhnya.

Bambang Suwarso, Ketua Panitia Alumnas Summit dan Managing Director KIB Consulting, mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia Alumnas Summit atas kerja keras dan upaya dalam menlangsungkan acara ini. (RO/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT