24 November 2021, 15:34 WIB

Menteri Investasi Siap Eksekusi Target Investasi Rp1.200 Triliun


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MENTERI Investasi Bahlil Lahadalia mengaku siap mengeksekusi target investasi sebesar Rp1.200 triliun pada 2022 yang ditetapkan Presiden Joko Widodo.

Meskipun terlihat cukup berat, ia optimistis angka tersebut bisa dicapai. Bahlil pun mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya ialah mengawal proses penanaman modal oleh secara end-to-end di seluruh provinsi di Indonesia.

Baca juga: Presiden Apresiasi Sinergi Lembaga Keuangan

Ia mencatat, ada sekitar 600 hingga 700 perusahaan yang perlu dikawal secara serius karena membawa dana segar yang sangat besar sehingga mampu mendongkrak kenaikan investasi hingga 33% dari capaian tahun ini.

"Di 34 provinsi ada sekitar 600-700 perusahaan. Itu yang kita kawal. Karena itu kenaikannya kurang lebih sudah 23% sampai 33%," ujar Bahlil dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 di Jakarta, Rabu (24/11).

Oleh karena itu, pihaknya akan membantu setiap proses yang berjalan, terutama pada tahap-tahap akhir seperti financial closing dan produksi.

"Negara akan hadir untuk membantu proses financial closing kalau itu dibutuhkan. Lalu kita bantu lagi sampai dengan eksekusi konstruksi di lapangan. Kalau ada yang mengganggu lahan mereka, atau persoalan lain-lain, kita bantu mereka sampai berproduksi secara end to end," tandasnya.

Berdasarkan data BKPM, sejak Januari hingga September 2021, realisasi investasi Indonesia tercatat sebesar Rp659,4 triliun, atau 73,3% dari target yang dicanangkan yakni Rp900 triliun. 

Angka tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp331,7 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp327,7 triliun. (OL-6)

BERITA TERKAIT