24 November 2021, 12:45 WIB

Kuartal IV-2021, Lippo Karawaci Siap Luncurkan Rumah Segmen Menengah Atas


mediaindonesia.com | Ekonomi

INDONESIA Property Watch (IPW) merilis laporan Tren Penjualan Perumahan Kuartal III/2021 di wilayah Jabodetabek-Banten mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 53,5% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (QtoQ).

CEO IPW Ali Tranghanda menyatakan hingga kuartal III/2021 pasar perumahan terfokus pada segmen menengah atas. Penjualan rumah tertinggi di segmen tersebut ada di wilayah Tangerang dan sekitarnya dengan rata-rata sebesar 66,9% dari jumlah pasar.

"Segmentasi pasar terus bergeser ke segmen menengah sampai atas. Peningkatan penjualan cukup tinggi di segmen Rp1 miliar ke atas," ujar Ali dalam keterangan yang diterima, Rabu (24/11).
 
Minat masyarakat terhadap properti tidak pernah surut meski di masa pandemi covid-19. Di kuartal III/2021 pertumbuhan nilai penjualan properti mengalami peningkatan 53,5%. Rumah tapak masih mendominasi pilihan para end user karena selain sebagai tempat tinggal dan tempat berbisnis, rumah tapak juga merupakan instrumen investasi.

Menurut Bank Indonesia, Indeks Harga Properti Residensial dapat memberikan keuntungan 5% per tahun, lebih unggul jika dibandingkan dengan bunga deposito yang rata-rata 3% per tahun.
 
CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady mengungkapkan bahwa rumah merupakan kebutuhan yang riil. Saat ini, konsumen sudah memiliki purchase power maka terjadilah demand pasar lebih tinggi daripada unit yang tersedia. Dengan pendapatan per kapita Indonesia sekitar US$3.900 dan suku bunga perbankan cenderung turun menjadikan affordability masyarakat meningkat.


Baca juga: Backlog Perumahan di Jakarta Tinggi, Ini Empat Faktor Penyebabnya


"Kami sebagai pengembang harus inovatif untuk dapat memenuhi permintaan pasar yang sangat besar. Dari 80 juta rumah tangga di Indonesia dalam 10 tahun ke depan akan naik 20% berarti akan tercipta pasar 16 juta rumah tangga. Katakanlah, sebanyak 50% merupakan pasar rumah bersubsidi, sisa 50% adalah segmen rumah menengah Rp1 miliar ke atas. LPKR saja baru dapat menyediakan sekitar 3.000-an unit rumah per tahun," katanya.
 
Menurut survei internal LPKR, kalangan milenial yang merupakan the real end user sangat tertarik untuk membeli rumah harga di bawah Rp2 miliar. Bagi kalangan milenial, properti sudah seperti dunia fesyen yang kini bukan selalu mengenai brand (mahal), namun juga keterjangkauan serta fungsionalitas terbaik.

"Untuk itulah, maka kami membangun rumah dengan desain tropical modern yang memberi kesan hangat sesuai dengan karakteristik milenial yang sangat peduli dengan energy efficiency. Melihat pangsa pasar milenial yang sangat besar hingga 60%, kami sangat paham bahwa dalam 10-20 tahun ke depan, properti akan menjadi the best investment," ujar John.
 
LPKR telah membuktikan keberhasilan penjualan rumah yang terus meningkat dengan melakukan 8 kali peluncuran Cendana Series sepanjang 2020–2021 yang selalu sold out dalam waktu rata-rata 3 jam. Pada awal Desember 2021 LPKR mempersiapkan penjualan rumah tapak segmen menengah atas mulai harga Rp800 juta, Cendana Cove.

LPKR telah meningkatkan prapenjualan 9 bulan pertama tahun ini menjadi Rp3,9 triliun dan telah mencapai 93% dari target di 2021 sebesar Rp4,2 triliun. Dengan peluncuran Cendana Cove pada kuartal IV/2021, LPKR diprediksi akan berhasil bahkan melampaui target prapenjualan 2021. (RO/S-2)

BERITA TERKAIT