23 November 2021, 22:05 WIB

Dubes RI Den Haag Mayerfas Ungkap Potensi Pasar Produk Indonesia di Belanda


mediaindonesia.com | Ekonomi

“PASAR di Belanda masih terbuka lebar untuk produk-produk Indonesia. Belanda juga merupakan pintu gerbang bagi produk Indonesia yang masuk ke pasar Eropa,” ungkap Duta Besar RI untuk Belanda, Mayerfas. 

Pernyataan tersebut disampaikan pada kunjungan delegasi Pangansari Group ke KBRI Den Haag, Senin, 22 November 2021.

“Selain jumlah diaspora Indonesia di Belanda yang diperkirakan mencapai 1,7 juta jiwa, hubungan historis kedua negara juga menjadi faktor pendorong terbukanya pasar Belanda untuk produk Indonesia,” sambung Dubes Mayerfas. 

Ia juga menjelaskan bahwa asimilasi budaya di masa lalu, khususnya kuliner menjadi bagian tidak terpisahkan dalam keseharian masyarakat Belanda. 

Hal senada disampaikan oleh Atase Perdagangan KBRI Den Haag, Sabbat Christian Jannes. “Di Belanda, kita dengan mudah dapat menemukan makanan Indonesia yang telah disesuaikan dengan selera Belanda. Contohnya gado-gado, sambal ulek, rendang, dan sate ayam telah diterima secara luas oleh konsumen Belanda”. 

Ia menambahkan bahwa kebiasaan ini merupakan peluang yang dapat dijajaki. Misalnya dengan mendatangkan bumbu jadi atau rempah-rempah Indonesia.

Direktur Utama Pangansari Group, Maghfur Lasah menyampaikan kesiapan Pangansari Group untuk bermain di pasar global, khususnya Eropa. “Saat ini kami sudah memiliki beberapa produk unggulan yang sudah siap untuk dipasarkan di luar negeri”. Produk seperti sambal, bumbu masak siap saji, dan kopi menjadi andalan Pangansari Group untuk menerobos pasar Eropa. 

Selain Direktur Utama Pangansari Group, Maghfur Lasah; turut hadir juga Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis, Shanty Nurpatria; Direktur Pengadaan Syafriwal dan Senior Manager, Bimarendra. Jajaran direksi Pangansari Group juga menyampaikan kesiapan dan komitmennya untuk menjaga kualitas dan mutu dari semua produk yang diekspornya. 

Pangansari Group adalah bisnis yang membentuk ekosistem, saling terintegrasi bergerak di bidang jasa (katering, security, house keeping, laundry, cleaning service), produksi pabrikasi pembuatan bumbu masak siap saji, sambal, makanan cepat saji (meal ready to eat, ready to eat), meat processing, kopi, bakery, pastry, consolidator logistik dan trading di bawah Media Group. 

Dubes Mayerfas melihat potensi Pangansari Group sebagai perusahaan yang besar dan sudah memiliki kpasitas dan kemampuan untuk mengembangkan pasarnya ke Eropa dengan membangun dan memiliki pabrik serta memproduksi langsung produknya di Belanda, dengan bekerja sama dengan perusahaan lokal pada awalnya. 

Dengan demikian menurut Mayerfas,akan lebih memudahkan Pangansari Group untuk menembus pasar Eropa.

Setelah pertemuan dengan Duta Besar Mayerfas, dengan difasilitasi Atase Perdagangan KBRI Den Haag, selanjutnya Pangansari Group melakukan business matching dengan importir utama produk Indonesia di Belanda yaitu Nesia Food BV dan Amboina BV. 

Pada kesempatan tersebut didiskusikan berbagai peluang yang dapat dijajaki oleh Pangansari Group dalam mendapatkan akses ke pasar Belanda. Pangansari Group juga  menyampaikan beberapa paket sampel produk makanan dan minuman untuk dilakukan market testing (uji pasar) kepada konsumen dan sektor Horeca di Belanda.

Sebagai catatan, pada 2020, total perdagangan Indonesia dan Belanda mencapai US$4,4 miliar. Ekspor Indonesia ke Belanda tercatat sebesar US$3,6 miliar dan impor Indonesia dari Belanda sebesar US$810 juta. Dengan demikian, Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan terhadap Belanda sebesar US$2,8 miliar. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT