23 November 2021, 11:53 WIB

Jokowi Pastikan Isu Transisi Energi Jadi Pembahasan Utama di G20 Bali


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, isu transisi energi akan dibawa ke dalam pembahasan utama pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2022 di Bali. Kepala Negara berharap dalam konferensi tingkat internasional, skenario transisi energi nasional dibahas secara lebih jelas.

Dia pun meminta jajaran menteri kabinetnya untuk mendetailkan skenario transisi energi di Indonesia agar dapat berjalan baik dan terukur. Ini diutarakan Jokowi saat pembukaan Indonesia Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ConEx ke-10 tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/11). “Saya minta masukan dan kalkulasi yang detail, angka-angka kenaikannya berapa, gap yang harus dibayar berapa untuk Indonesia saja, syukur bisa dirumuskan. Ini yang kita harapkan agar saya bisa sampaikan nanti di G20 di Bali tahun depan,” ucap Presiden dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (23/11).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, Indonesia memiliki 4.400 sungai yang besar maupun sedang yang dapat digunakan sebagai tenaga listrik dari hidro power. Di Indonesia, lanjutnya, memiliki kekuatan yang besar mengenai renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT). "Ini sangat besar, ada  418 Gigawatt (GW), baik itu dari hydropower, geothermal, bayu, solar panel, biofuel, arus bawah laut, dan yang lain-lainnya,” kata Presiden.

Namun, potensi tersebut juga harus diikuti dengan skenario yang baik untuk masuk ke transisi energi. Menurut Jokowi, upaya ini perlu dipersiapkan peta jalan yang jelas seperti pendanaan maupun investasi. “Pertanyaannya, skenarionya seperti apa sekarang kita? Itu yang saya tugaskan kepada Pak Menko Maritim dan Investasi dan juga pada Pak Menteri ESDM, plus Menteri BUMN. Yang konkret-konkret saja, tapi kalkulasinya yang riil," pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, dan lainnya. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT