21 November 2021, 18:50 WIB

Pemerintah Dorong UMKM di Kawasan Sirkuit Mandalika


M Iqbal Al Machmudi |

MENTERI Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dengan adanya Sirkuit Mandalika ini akan mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tumbuh dan berkembang.

Luhut mengungkapkan sebanyak 17 juta pelaku UMKM sudah on boarding dan berharap sampai akhir atau pertengahan 2024 bisa lebih dari 30 juta UMKM yang on boarding.

"Jadi setengah dari UMKM kita itu bisnis kelas menengah ke bawah dan akan kita dorong termasuk dengan kualitas dan para masyarakat sekitar segera mendapatkan kerja," kata Luhut di Kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) , Minggu (21/11).

"Saya kira ini sangat penting dan perhatikan semua bahwa proyek ini tidak ada satu hotel dan homestay yang kosong malah harganya meningkat 3 kali lipat. Bahkan penyewaan kendaraan meningkat harganya jadi semua ini hidup ekonomi hidup," tambahnya.

Presiden Joko Widodo sendiri meminta dalam pagelaran balap di Sirkuit Mandalika ini diperuntukkan dengan baik untuk masyarakat sekitar dan membangkitkan perekonomian. Sehingga NTB akan menikmati hasilnya dan ekonominya tumbuh.

Di kesempatan berbeda, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan tujuan Presiden Joko Widodo membangun Sirkuit Mandalika ada 3 hal yakni investasi, perdagangan dan pariwisata.

"Tiga hal tersebut saya kita akan menumbuhkan perekonomian yang sangat bagus dengan adanya Sirkuit Mandalika ini," kata di Kampung Walet, Desa Kateng Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kemarin (20/11).

Oleh karena itu pertumbuhan perekonomian sekitar terutama UMKM menjadi hal yang paling penting untuk memanfaatkan adanya sirkuit anyar ini.

Teten sendiri meminta pemerintah daerah dan masyarakat lokal harus menentukan produk-produk yang dirasa unggul, memiliki nilai jual, dan berbahan baku lokal yang mudah didapat atau sebagai ciri khas.

"Pembangunan Sirkuit Mandalika diharapkan bisa membangun peran masyarakat di pariwisata, oleh-olehnya, souvenirnya, kuliner, homestay dan sebagainya yang bisa mempengaruhi pertumbuhan perekonomian," ujar Teten. (H-2)

BERITA TERKAIT