20 November 2021, 22:37 WIB

Menkop UKM: Pemda, Ayo Tingkatkan Pendapatan dari Produk Unggulan Domestik


 M. Iqbal Al Machmudi |

MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki meminta seluruh pemerintah daerah untuk fokus mencari meningkatkan pendapatan daerahnya melalui kelebihan domestiknya yang bisa membuka lapangan kerja seperti budidaya lobster atau ternak sarang burung walet.

Teten mengatakan budidaya lobster merupakan produk unggulan yang belum tergarap dengan baik. Budidaya produk unggulan ini perlu ditingkatkan karena banyak negara sedang mencari keunggulan domestik masing-masing.

Dirinya mencontohkan Norwegia yang kini juga meningkatkan pendapatan domestiknya bukan lagi dari migas tapi dari budidaya ikan salmon.

"Sehingga kita harus fokus pada teknik, pakan, jaring dengan melibatkan perguruan tinggi dan sebagainya. Kita juga harus berani fokus mengembangkan SDM dan struktur," kata Teten di Lombok Timur, NTB, Sabtu (20/11).

Hal ini menurutnya akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang menarik sektor lain seperti pariwisata, tenaga kerja dan sebagainya. 

"Jadi sekarang fokus saja kalau mau budidaya lobster maka lobster dulu mulai dari infrastruktur dan pengembangan koperasi," ujarnya.

Upaya dari pemerintah sendiri yakni sudah ada MoU antara Menteri Koperasi UKM dengan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk memperkuat sektor perikanan yang berbasis koperasi.

"Jadi tidak ada lagi nelayan, petambak, dan lain sebagainya yang dalam bentuk usaha sendiri-sendiri dalam skala non ekonomi. Kita akan konsolidasi dalam bentuk koperasi," kata Teten.

Selain itu, pihaknya juga akan merevitalisasi koperasi produktif dari komoditas unggul di daerah. Ia mencontohkan di Nusa Tenggara Barat (NTB), komoditas unggulnya antara lain lobster dan sarang burung walet. Komoditas unggulan itu akan dikembangkan dalam segi model bisnisnya tentu dari segi sisi pembiayaan dan sebagainya.

Baca juga: Menjanjikan, Produksi Sarang Burung Walet di NTB Harus Ditingkatkan

Pada kesempatan sama, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmi mengatakan saat ini daerahnya telah fokus untuk melakukan revitalisasi kawasan dan pengembangan budidaya lobster.

Dirinya menjelaskan APBD perubahan 2021 pemerintah daerah Lombok Timur menyiapkan dana sekitar Rp3 miliar untuk perubahan dan renovasi Teluk Ekas Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB) kemudian dilanjutkan pada RAPBD tahun 2022 sekitar Rp8 miliar ditambah dengan pembelian lahan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sekitar 3 hektare sebagai aset pemerintah pusat di Pemda Lombok Timur.

"Teluk Ekas ini merupakan penghasil lobster terbaik di Indonesia, karen itulah KKP akan memberikan pinjaman dari luar negeri untuk penataan Teluk Ekas sekitar Rp750 miliar. Alhamdulillah semoga menjadi berkah," ujar Sukiman.

Desa Ekas di teluk ini menjadi salah satu dari 254 desa di Kabupaten Lombok Timur dari 21 kecamatan dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa. Jumlah penduduk tersebut dihandle oleh koperasi sebanyak 541 koperasi dan yang aktif hanya 292 koperasi.

"Entah apa problematika mungkin sudah mati suri atau memang dari pusat data online tidak bisa dihapus atau bagaimana. Tapi itu lah yang aktif 292 koperasi," katanya.

Kabupaten sendiri Lombok Timur sendiri memiliki prospek pendapatan yang sangat bagus yakni ada Gunung Rinjani sebagai jalur pendakian dan pantai yang tidak jauh yakni Pantai Pink, Pantai Kura-Kura, Pantai Surga dan lainnya.

Penghasilan masyarakat berdasarkan Usaha Kecil Menengah (UKM) sebanyak 21 ribu dan pada masa pandemi kemarin karena masyarakat memang bukan asli yang bergerak di bidang pariwisata masih ada pertanian dan peternakan masih baik nasibnya dibandingkan wilayah yang mengandalkan pariwisata sebagai sumber penghasilan daerahnya. (A-2)

BERITA TERKAIT