20 November 2021, 21:40 WIB

Kinerja Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik daripada Negara Tetangga


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

KINERJA perekonomian Indonesia dinilai jauh lebih baik ketimbang negara-negara tetangga lainnya. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan triwulan III 2021 yang tercatat positif 3,51%.

"Kalau dibandingkan peer countries, (pertumbuhan) 3,5% itu sudah cukup baik, menunjukkan perbaikan tetap jalan, tetap positif 3,5%. Kita lihat Thailand dan Malaysia masih kontraksi di triwulan III," ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia IGP Wira Kusuma dalam diskusi bertema Perkembangan Ekonomi Indonesia, Sabtu (20/11) .

Ekonomi triwulan III itu, lanjutnya memang mengalami pelambatan bila dibandingkan triwulan II 2021 yang tercatat 7,07%. Namun menurut Wira, level pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) atas harga dasar konstan sudah melampaui level sebelum pandemi covid-19 merebak.

Selain itu, mobilitas masyarakat juga telah terlihat setelah adanya pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal tersebut menjadi sinyal positif pada peningkatan aktivitas ekonomi domestik.

Wira bilang, hal yang paling berpengaruh pada capaian kinerja ekonomi nasional ialah kinerja ekspor. Pasalnya, ekspor Indonesia selama pandemi covid-19 mencatatkan kinerja yang apik.

"Boleh dibilang perbaikan ekonomi sudah melewati prapandemi secara level, itu didorong net ekspor yang lebih tinggi. Jadi ekspor inilah yang akan membantu ke depan," kata Wira.

Peningkatan kinerja ekspor nasional, lanjutnya, terjadi lantaran negara-negara mitra dagang utama Indonesia telah mengalami pemulihan ekonomi. Alhasil, permintaan dari negara-negara tersebut mengalami peningkatan.

Baca juga: Ekspor Dorong Pertumbuhan

Senada, Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence Sunarsip bilang, ekspor nasional telah menjadi game changer bagi perekonomian Indonesia. Dibanding komponen pertumbuhan ekonomi lainnya, kinerja ekspor Indonesia menjadi satu-satunya yang mengalami pertumbuhan tinggi.

"Jadi memang game changer-nya dalam pertumbuhan ekonomi itu ekspor. Kalau kita lihat domestik demand, seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, baik investasi pemerintah dan swasta itu pertumbuhannya rendah sekali," kata dia.

Dia menambahkan, capaian kinerja ekonomi Indonesia yang baik juga tak terlepas dari peranan pemerintah, otoritas moneter, dan otoritas keuangan. Sinergi yang dilakukan para pengambil kebijakan itu dinilai Sunarsip berperan besar membawa ekonomi Indonesia ke jalur pemulihan.

"Ini memang salah satu kontribusi dari kemampuan otoritas di dalam menjaga stabilitas makro ekonomi. Seberapapun biayanya, relatif besar, Pemerintah dengan program PEN-nya, Bank Indonesia menerbitkan tingkat suku bungan level yang rendah,melonggarkan kebijakan LTV dan lainnya itu adalah upaya-upaya untuk menjaga stabilitas dan menurut saya itu cukup berhasil," pungkas Sunarsip. (A-2)

BERITA TERKAIT