18 November 2021, 20:48 WIB

Presiden akan Lanjutkan Kebijakan Setop Impor Barang Mentah 


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan akan melanjutkan kebijakan setop ekspor bahan mentah. Setelah nikel, ke depan, pemerintah akan melarang penjualan bauksit yang belum diolah ke luar negeri. 

"Nikel pertama, sudah setop. Tahun depan mungkin bisa setop bauksit. Kalau smelter kita siap, kita setop bauksit. Tahun depannya lagi setop tembaga," ujar Jokowi dalam Kompas 100 CEO Forum, Kamis (18/11). 

Strategi tersebut dijalankan tidak lain demi memperkuat industri hilirisasi dalam negeri. Semakin banyak komoditas yang diolah di Tanah Air, semakin banyak pula nilai tambah yang bisa dikantongi negara. 

"Lapangan kerja juga akan terbuka lebar," ucap mantan wali kota Solo itu. 

Ia menyadari bahwa kebijakannya itu mendapat banyak tentangan dari negara-negara lain, terutama yang selama ini kerap membeli nikel mentah dari Indonesia. 

Baca juga : Perpadi: Stok Beras Aman, Tidak Perlu Impor 

Namun, itu tidak membuat pemerintah gentar. 

"Kemarin waktu di G20, banyak negara yang menyampaikan kepada saya mengenai nikel itu. Saya bilang kalau kita ingin membuka lapangan kerja seluas-luasnya di Indonesia. Kalau saya kirim raw material ke Eropa, yang buka lapangan kerja mereka, dong. Kita tidak dapat apa-apa," jelasnya. 

Jokowi pun meminta negara-negara mitra menghargai keputusan Indonesia dan mendukung pengembangan industri hilirisasi di Tanah Air. Indonesia, lanjutnya, sangat terbuka untuk bekerja sama dengan pihak-pihak asing demi memperoleh manfaat bersama. 

"Kalau mau kerja sama, ayo. Kerja sama setengah jadi di Indonesia tidak apa-apa. Nanti setengah jadi dikirim ke negaramu, jadikan barang jadi di sana. Tapi kalau kita suruh kirim bahan mentah terus, tidak, tidak, tidak," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT