18 November 2021, 14:34 WIB

Sandiaga Uno: Okupansi Hotel Meningkat Dua Kali Lipat di Sorong


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEBANGKITAN ekonomi khususnya di bidang pariwisata sudah mulai terlihat, tidak hanya lokasi wisata yang sudah mulai ramai, hal tersebut juga dapat dilihat dari tingkat okupansi hotel yang sudah mulai padat. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi kalau tingkat okupansi sudah mulai menunjukkan peningkatan.

Saat PPKM level tiga, Sandiaga mengatakan jika tingkat okupansi hotel di bawah 20%, hal tersebut sama halnya dengan kondisi merugi dari 40% hingga 50%.

Namun dengan menurunnya level menjadi level satu maka tingkat okupansi hotel bisa naik menjadi 80%-90%. “Tentunya hal ini membanggakan, karena artinya kebangkitan ekonomi bisa jauh lebih cepat,” kata Sandiaga pada keterangan pers, Kamis (18/11). 

Salah satu tingkat okupansi hotel mengalami peningkatan dua kali lipat terjadi di Kota Sorong Papua.

Sandi mengatakan bahwa dua pekan lalu dirinya baru saja berkunjung ke Sorong untuk memastikan destinasi wisata di sana.

Saat kunjungan, Menparekarf mendapatkan kabar baik kalau tingkat okupansi di Kota sorong sudah penuh bahkan sudah normal.

“Alhamdulillah, kabar baik. Ini bukan hanya untuk pelaku pariwisata di Kota Sorong saja, tetapi juga untuk seluruh Indonesia. Kita semakin yakin bahwa pariwisata akan terus meningkat dan lapangan kerja semakin terbuka luas,” tegasnya.

Sandi mengakui, kunjungannya ke Kota Sorong bisa menjadi salah satu penyebab tingginya kunjungan ke Kota Sorong. Dalam hal ini dia berharap pihak Pemerintahan Daerah Kota Sorong bisa terus mempertahankannya. 

Dia menuturkan, berita baik ini tentunya menjadi angin segar dan penyemangat untuk semua di tengah pandemi dan tantangan ekonomi.

Sandi menuturnya, dirinya sempat berbincang dengan pelaku usaha di Kota Sorong. Saat ini, mereka  bersyukur sekali dengan mulainya kedatangan para tamu.

"Pas awal kata mereka tamu mulai turun dari 70% sampai tidak ada sama sekali. Bahkan ada hotel yang terpaksa merumahkan karyawan mereka,” ujarnya. 

Namun, saat ini dengan adanya peningkatan okupansi maka pihak hotel di sana mulai memanggil karyawannya satu per satu di awal bulan November untuk mengisi kembali posisi mereka.

Bahkan laporan yang diterima Kemenparekraf, bila pada awal pandemi tamu yang menginap di hotelnya kebanyakan adalah orang lokal. Kini dengan kasus Covid-19 yang menurun, para tamu yang datang berasal dari luar kota sorong atau Papua.

“Kita harapkan situasi ini akan segera normal kembali, sehingga keterbukaan lapangan kerja juga kembali normal begitu juga dengan kebangkitan ekonomi,” tukasnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT