18 November 2021, 13:44 WIB

Indonesia Waspadai Lonjakan Inflasi Global


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, pemerintah akan terus memonitor dan mewaspadai lonjakan inflasi yang terjadi di tingkat global. Itu bertujuan agar Indonesia tak mengalami hal serupa akibat naiknya harga komoditas global.

"Indonesia harus benar-benar memperhatikan tantangan ini. Karena ini most likely akan terus continue di 2022. Jadi kita tidak boleh nanti memunculkan imported inflation maupun inflasi yang fully berasal dari supply," ujarnya dalam Kompas 100 CEO Forum 2021 bertema Ekonomi Sehat 2022, Kamis (18/11).

Lonjakan inflasi yang terjadi di tingkat global, kata Sri Mulyani, terjadi karena adanya disrupsi dari sisi produksi dan suplai komoditas yang diikuti dengan peningkatan harga. Hal itu menurutnya akan berimplikasi pada upaya pemulihan ekonomi yang tengah dilakukan banyak negara.

Baca juga: Presiden Hadiri Milad ke-109 Muhammadiyah Secara Daring

Sebab, bila tingkat inflasi lebih tinggi dari laju pertumbuhan ekonomi, dipastikan ekonomi akan kembali merosot dan kembali dalam keadaan rentan. "Inflasi ini yang menjadi salah satu masalah sangat pelik, karena growht belum terlalu kuat tapi inflasi sudah pick up terlalu tinggi sehingga menimbulkan dilema dari sisi policy di negara maju," jelas Sri Mulyani.

Guna menghindari hal serupa terjadi di Indonesia, lanjutnya, pemerintah akan mengoptimalisasi APBN untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. Hal itu juga akan dilakukan di 2022 meski diramalkan ekonomi nasional akan pulih.

Seiring dengan optimalisasi penggunaan APBN, Sri Mulyani berharap pandemi tetap terkendali. Harapannya yakni daya beli masyarakat akan kembali meningkat dan turut menopang pertumbuhan ekonomi maupun menjaga tingkat inflasi. (OL-4)

BERITA TERKAIT