17 November 2021, 16:49 WIB

Presiden: APBN 2022 harus Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menekankan bahwa APBN 2022 harus menjadi instrumen utama pendongkrak pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Rincian penerimaan dan pengeluaran negara itu harus mampu memperkuat daya tahan ekonomi dan mengakselerasi daya saing nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia yang diyakini masih berlanjut.

"Kita mesti mewaspadai tantangan kita di 2022. Potensi berlanjutnya pandemi dan perlambatan ekonomi dunia masih ada. Oleh karena itu, APBN 2022 harus bisa menjadi instrumen utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya tahan ekonomi, mengakselerasi daya saing kita," ujar Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (17/11).

Baca juga: Wapres: Indonesia masih dalam Fase Kritis Pemulihan Ekonomi

Kepala negara pun menginstruksikan seluruh kementerian/lembaga untuk bergerak cepat merealisasi anggaran sejak awal 2022. Ia ingin, sejak Januari, program-program di lapangan sudah bisa dieksekusi.

"Artinya, di bulan ini, kita siapkan administrasi agar awal tahun sudah bisa dieksekusi dan kita harus siapkan dasar pelaksanaan itu," tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta seluruh jajaran menterinya memangkas belanja-belanja yang tidak perlu. Semua rutinitas yang tidak efektif harus dialihkan menjadi belanja yang produktif, yang bisa memberi dampak positif kepada masyarakat.

"Perlu penajaman dan efisiensi belanja. Belanja rutinitas, belanja yang tidak perlu segera hilangkan, geser ke belanja produktif," tandasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT